Rabu, 26 Desember 2012

Agama Ku Agama Mu????

Entah harus bagaimana mengartikannya, ku pikir awalnya ini hanya masalah sepele. Mengapa kita harus jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita? Atau mungkin, apa salahnya jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita. Ku pikir sangat gampang untuk mengambil keputusan mengenai ini. Hingga akhirnya aku berada dalam situasi itu sendiri dan merasakan bagaimana tekanan antara otak dan hati. Aku galau! Mungkin itu yang bisa aku katakan untuk menggambarkan tentang kondisi ku sekarang. Aku jatuh hati dengan dia yang berbeda keyakinan dengan ku, ya kita berbeda Tuhan. Sedikit ada goresan di hati aku ketika minggu pagi beberapa waktu lalu, saat aku harus pergi ke Mesjid untuk ibadah shalat Id dan pagi itu dia juga ke Gereja untuk ibadah. Saat pertama kali aku memberi tau siapa namanya ke sahabat aku, pertanyaan pertama yang langsung terlontar adalah mengenai agamanya. Ya, dia Protesten! Salah satu sahabat ku yang lain pun mengingatkan aku tentang hubungan yang bakal aku jalanin. Berdasarkan pengalaman yang udah pernah dia alami, hubungan beda agama gak akan bisa disatukan terkecuali salah satu di antara kita ada yang mengalah untuk berpindah agama. “Sesayang apa pun, kalian tetap gak bakal bisa sama-sama” ya, kira-kira seperti itu dia mengingatkan ku tentang hubungan aku dengan si doi. Menanggapi itu semua, aku yakin aku gak akan terluka. Jika suatu hari aku harus melepaskannya, aku yakin aku bisa. Lagi pula kita Long Distance, jadi ku pikir gak akan membuat ku sangat terluka. Lagi-lagi kejadiannya sama persis seperti sahabat ku tadi, dan pada kenyataannya dia sendiri sulit untuk melepaskannya. Tak segampang yang aku pikirkan! Dan sekarang akhirnya berhari-hari itu pun jadi bahan pikiran ku. Salahkah aku jatuh hati padanya? Salahkah aku sayang padanya? Kenapa Tuhan memberi kita cinta jika tidak ada pelajaran di baliknya?

Berbeda????

Perbedaan salahkah Tuhan menciptakan cinta jika keindahan harus dipertentangkan? cinta ini bukan rekayasa atau skenario penulis ternama tidak ada sutradara cinta itu tumbuh mengembang seumpama bunga di taman cinta ini bukan gulma di ladang yang harus direnggut keberadaannya aku mencintai Tuhan begitu juga dengannya yang tidak bisa kutiadakan pertanyaanku masih tetap sama apakah perbedaan yang Tuhan ciptakan adalah penghalang?

Selasa, 27 November 2012

Yang Utuh Saat Malam " 27 Nopember 2012

Mengingatmu adalah kesunyian yang utuh... Pernahkah kalian didekap sunyi abadi dalam peluk berkepanjangan?? terlewat jarak sejauh waktu yang jatuh melepas sejuta kenangan serapuh gaduh ranting pun gemertak patah ketika mengingatmu mengguncang separuh jiwa yang kosong karena ngilu ketika jejak langkah menyatukan separuh jiwa itu lalu membumikan yang tak pernah dimengerti bersamamu “maka perpisahan yang tercampur dalam irama kata-kata semakin jauh kita lepaskan dari tubuh kesendirian” dan detik-detik jam mengeluh lelah setiap berputar melawan arah melepas penat karena payah menyatukan jarak yang tak pernah sudah maka pergilah segala sumpah segala seranah lihatlah, malam ini angin malas berhembus udara yang turun begitu dingin menembus rusuk merasuk lewat sebaris kata yang pernah kita susun bersama saat malam gelap gulita (kau dan aku membangun cinta lewat suara maya dari makna dari gemuruh dalam dada dan resah setiap senja yang pernah kita pandang bersama) di teras belakang kerik jangkrik terdengar sirik memanggil bintang memanggil rembulan yang terusik mungkin bisa disatukan dalam sebuah ikatan tempat berlabuhnya sebatang malam setengah diam dan berbaris menatap semua kerinduan yang demam karena dendam paling dalam pada kesunyian setiap hari, bahkan waktu yang terlewati kau titipkan sebuah keterpurukan rasa sayang ini yang pernah memberi warna-warni pada awan siluet senja dan dawai mimpi yang tercipta lewat sebatang ingatan sepi (mungkin hanya cukup sebuah ketaksengajaan, tapi memang harus diakui semua yang terjadi hanya mampir untuk sekedar memberi salam lalu pulang)

Jumat, 23 November 2012

Kabar Mu???

Lama tidak dengar kabarmu, bagaimanakah kamu sekarang? Semoga kamu dijaganya baik, jangan sampai percuma melepas aku. Jauh dariku bukan berarti tanpa tertawa. Meski ia tidak selucu aku, janganlah jatuh air matamu. Meninggalkan aku sendiri di sini kan seharusnya bukan pilihan untuk bersedih sepanjang hidup. Semangatlah untuk membuat dirimu mencintainya! Memang sesekali aku coba mencinta dengan mencium, mendobrak pintu hatiku dengan kecupan. Namun apa mau dikata, malah luka perasaan orang. Apa cinta yang meledak-ledak menghancurkan hati sendiri? Sebab setiap bunyi hantaman keras, kudengarnya bagai namamu. Beberapa menyukaiku dengan lembutnya, hanya tak sedalam kamu mengenal aku. Kamu lebih dari masa lalu, seperti pahlawan yang tidak mungkin hanya karena ada luka kecil, dapat terlupakan perjuangannya. Jika ada sejuta mulut yang menyoraki aku berengsek, aku percaya kamu tetap memiliki suara sendiri. Itulah! Sesekali memang aku suka berkata bodoh, membencimu karena jauh. Sebab menyakitkan, kamu hadir untuk kuingat, seperti datang untuk berpamit. Terkadang ini yang membuatku berharap cemas, di mana kiranya keseluruhanku dapat rubuh, sehingga dari atas panggung aku terjatuh, kemudian mendarat di pangkuanmu. Sekarang setelah semuanya ingin kumulai sendiri, tiap kepingku telah menjelma menjadi nyawa dan memberi hidup bagi tiap kata yang melengkapkan sepi setiap orang.

Melangkah...

Pagi ini ku merasakan sesuatu dari dalam lubuk hati ini yang kan selalu memikirkanmu Rasa indah ini yang ku dapat di kala ku tuliskan lirik untukmu kekasihku ada di sana jauh dari Wahai angin tolonglah diriku tuk sampaikan bait-bait puisi rindu dalam kesejukan hadirnya kekasih hati pujaanku Diriku dengan hati ini hanya terdiam terpaku terpana olehmu Kehadiranmu yang selalu kunanti bisa bercanda tertawa berbagi cerita tentang hidup yang selalu melangkah ke depan dan tak akan pernah mundur Harapanku untukmu Kekasihku, apa kau tahu, bila aku merindukanmu Kekasihku, apa kau tahu, bila aku merindukan kamu

2007

Jangan menangis kekasihku Hatiku gundah karena air matamu Tak sampai hati melihatmu Mengucurkan kesedihanmu Jangan sembunyi kekasihku Hatiku resah karena rahasiamu Bicara kepadaku seorang Tuangkan Kepadaku Semua keluh kesah kau rasa Semua pilu dan gundah yang kau dapat Curahkan semua padaku Dan jangan menangis, tolonglah Aku tak tahan, Aku tak mau, Melihatmu seperti ini.

Tak Ada

Tak ada yang mencintaiku Tak ada yang menginginkanku Tak ada yang suka padaku Tolong beri tahu padaku kenapa? Aku merasakan hidup ini seperti sesuatu yang tak lengkap. Mengitari diriku, menjauhiku, dan mendesakku. Mengiringi lagu kematian diantara ribuan dosa-dosa para penyair. Hilangkanlah semua itu dariku Apa kau pernah seperti ini? Hidup di antara ketidak jelasan. Antara cahaya yang gelap dan bayangan yang terang, mengikutimu. Aku menangis disini Menangis dengan darahku Aku sendiri disini Selalu sendiri kudisini Aku tersiksa disini Tercabik gonggongan dalam jiwaku Selamatkan aku! Aku tak tahan lagi akan siksa ini Aku tak mau lagi korbankan darahku Aku berharap pergi dari hidup ini Selamatkan aku!

Senja kelabu

Gerimis membuat senja tak mewarna jingga, dan senja kali ini adalah senja yang ke-730 semenjak jemarinya tak lagi menggamit erat jemariku. Sudah dua tahun ia pergi tanpa kabar, membawa sekeping hati yang kupinjamkan. Dan betapa bodohnya aku yang masih saja setia menunggunya di ujung jalan, tempat di mana ia janjikan pertemuan manis. Janji yang terucap di sebuah stasiun kereta tua. Kini janji itu sudah sama halnya dengan rel-rel renta yang berkarat, menunggu dilewati gerbong-gerbong pembawa berita bahagia. “Aku pergi untuk impian kita. Rawat rindumu baik-baik, aku tak lama, hanya beberapa purnama terlewati tanpa bersama. Aku pasti kembali.” Ucapnya dulu dan kini kalimat itu seperti menjelma jadi peluru yang kerap dilesatkan waktu ke kepalaku. Berkali-kali, namun tak mati. Justru membangkitkan rindu yang begitu nyeri. Sudah dua tahun, aku masih saja berdiri di sini, di tempat pertemuan manis yang ia janjikan, tiap senja. Dengan memasang wajah harap, dan setumpuk asa di dada yang perlahan-lahan mulai lesap ke udara, melindap bersama rebahnya matahari di ufuk cakrawala. Lalu pagi datang, meruah kembali segenap asa yang pergi kemarin senja. Berulang dan terus berulang, sampai saat ini, senja ke-730. Angin memasaikan rambutku, butir-butir gerimis memelukku, namun mereka tak mampu menggigilkan aku yang terbiasa digigilkan rindu. Satu per satu air mata meluruh, berjatuhan, dan pecah di atas aspal legam yang mulai terkelupas lapisannya, mengingat tentangnya dan semua hal-hal indah yang sering ia gumamkan di telingaku adalah alasan mengapa aku masih ingin menunggunya. Juga karena aku masih mempercayai bahwa takdir ditulis dengan menggunakan pensil, dan aku masih memiliki doa sebagai penghapusnya kalaupun nanti ia lupa pada janjinya. Aku tahu betapa bodohnya aku, tetapi ini cinta, ini cinta, ini cinta! Esok, senja ke-731. Semoga saja aku masih punya alasan untuk menunggunya atau alasan untuk meninggalkan janji-janji manisnya, melanjutkan hidup yang baru. Karena setahuku, tak ada yang benar-benar pergi, sebab kenangan adalah rumah yang tak pernah menutup pintu – tempat segalanya ingin kembali pulang. Bila rindu ini masih milikmu kuhadirkan sebuah tanya untukmu harus berapa lama aku menunggumu aku menunggumu… (Menunggumu – Chrisye ft Peterpan)

20 Oktober 2006

Terdengar rintikan, jatuhnya hujan di malam hari Kuberharap bisa melihat pelangi tapi itu hanyalah mimpi Mengalun dan mengalir, dunia menertawakanku Kuberjalan di jalan setapak Menyusuri apa yang kutinggalkan Kuingat saat pertama kali kumelewati jalan ini Indah rasanya, tanpa pikiran pun ku bahagia Walau hujan, kupercaya pelangi kan datang Tapi pelangi takkan datang di malam hari takkan pernah, sama seperti dirimu Menunggu salju di sebuah gurun Kumembunuh diriku secara perlahan Di malam hari ku menerawang langit Jika awan enggan datang padaku Ku akan menatap bulan dan bintang Jika siang memberiku lautan Kutakut lautan itu kan menimpaku Saat langit merajut awan, ku kan menunggu hujan Dari matahari pun ku kan mencair dalam tetesnya Kuharap kilau yang terpancar kan timbulkan putih Suatu putih yang terbagi dan menyebar Darinya kan di dapatkan pelangi Jika hujan telah hadirkan pelangi Ku kan pergi dan menunggumu di ujung sana Tapi ku takkan pernah sampai kau pun takkan pernah datang tapi aku akan tetap menunggumu karena aku sangat membutuhkanmu
Aku tertelan waktu dalam hening yang sunyi.... sunyi yang mengekat.. rongga nafasku... Sejenak aku termangu dalam ragu.... Haruskah... kuhentikan detik sang waktu.. detik demi detik yang terangkai demi cintaku padamu.. Kucoba bertahan dalam belenggu hening yang kian sunyi... belenggu yang membuat tiap kata hilang dari syairku.. Belenggu yang merampas tiap puisiku... Kucoba bertahan.. tanpa kata... tanpa rima dalam tiap suara hatiku kucoba bertahan meski kematian kian erat mendekapku... Kucoba bertahan meski nafas kian menjauh dariku... Kucoba bertahan dipersimpangan... Hingga harus kuakhiri cerita cinta ini... Cerita cinta... yang selama ini membuat jantungku berdetakk... Cerita cinta yang membuat rongga nafasku dipenuhi udara... Cerita Cinta yang membuatku bertahan untuk hidup... Ku akhiri semua.... Bukan demi diriku..... Bukan demi Hidupku.... Apalagi demi harapanku.... Ku akhiri semua....... Demi cintaku..... Aku tak ingin.... langkahmu tersandung atau bahkan engkau terjerebab... karena aku... Ku akhiri semua..... meski hangat menjauh dari tubuhku... Bahkan darah berhenti mengalir di ragaku.... Tapi aku harus bertahan.... Meski sunyi akan menjadi nyanyian di tiap detikku.. Meski hampa menjadi hari-hariku... Ku akhiri Cinta ini....... Hanya karena aku yang teramat mencintaimu... Ku akhiri cinta ini..... Hingga Engkau akan selalu hidup.. meski kematian menjemputku...

Asaaa Ku..

Asaku nyalang dalam tambatan penyuaraannya, Berlomba dalam nyata yang diam, tanpa bertemankan sepatah kata Tegas kunyatakan patri dalam dada dan kubiarkan membara Segala yang menjadikan semangat dan tekad itu baik Pada pemahaman sempitku akan apa itu hidup, sabar, dan ikhlas Manakala mata tak mampu tangkap arti, dan umumnya dilisankan Walau dalam rasa tak mampu kujabarkan dengan logis Tetapi biarlah, menyertai luka hambat pada juangku Menyisakan ceritera pada masa akan datang untuk jadikan pelajaran Asaku tak boleh mati, untuk menjaga diriku tetap hidup dengan sebenar-benar hidup, bukan hanya hiasan pemanis mata yang begitu menipu dengan indahnya Medan juangku tak hanya di sini Keyakinanku bahwa perjalanan masih panjang, hanya untuk sebuah asa dan juang Menyerahlah kepada Dia yang Maha, bukan pada hambatan yang seringkali membutakan mata hati

Rabu, 08 Agustus 2012

08/08/12

Bagaimana aku memulai, mendung menutupi pandangan akan pancaran diri Siangku rasa gelap gulita, pancaran diri hanya kerdip lilin yang menunggu semilir angin menerpa kemudian padam dan aku menyampaikan keinginan hati, walau tinggal menunggu waktu, harus aku sampaikan. “Sesekali ingin menyibak kelukaan yang telah lama mendera diri. Sesekali ingin mengundang kebenaran akan diri untuk berbicara dan berdialog, sekarang. Aku berhasrat belajar mengerti, memahami dan menyenangi diri. Berbahagia rasa jauh dariku, rasa aku berlari menjauh dariku sebenar. Dan aku kadang bimbang gelisah, sedu sedan, menangis kenangkan diri. Dicela alam sekitar, diketawakan deretan pohon-pohon sekitar. Dilecehkan waktu. Angin menemparku dan menyadarkan aku tentang kehidupan, tapi itu hanya sesaat lalu aku kembali lagi. Kemanakah energy besar ini akan membawaku, membimbingku ataukah menjerumuskan aku Itulah senantiasa pertanyaanku. Dimanakah energi ini tersimpan dan memberi kekuatan padaku untuk memadamkan aku, hidup dalam kematian diri Aku berdiri padahal masih dalam mimpi. ‘Pertanyaan apa lagi yang harus aku ungkap ?’ ‘ sebenar banyak, tapi sekali lagi selalu tertutupi’ Masih bias diri ini untuk lagi mengerti diri.

Kucoba !???

Aku tertelan waktu dalam hening yang sunyi.... sunyi yang mengekat.. rongga nafasku... Sejenak aku termangu dalam ragu.... Haruskah... kuhentikan detik sang waktu.. detik demi detik yang terangkai demi cintaku padamu.. Kucoba bertahan dalam belenggu hening yang kian sunyi... belenggu yang membuat tiap kata hilang dari syairku.. Belenggu yang merampas tiap puisiku... Kucoba bertahan.. tanpa kata... tanpa rima dalam tiap suara hatiku kucoba bertahan meski kematian kian erat mendekapku... Kucoba bertahan meski nafas kian menjauh dariku... Kucoba bertahan dipersimpangan... Hingga harus kuakhiri cerita cinta ini... Cerita cinta... yang selama ini membuat jantungku berdetakk... Cerita cinta yang membuat rongga nafasku dipenuhi udara... Cerita Cinta yang membuatku bertahan untuk hidup... Ku akhiri semua.... Bukan demi diriku..... Bukan demi Hidupku.... Apalagi demi harapanku.... Ku akhiri semua....... Demi cintaku..... Aku tak ingin.... langkahmu tersandung atau bahkan engkau terjerebab... karena aku... Ku akhiri semua..... meski hangat menjauh dari tubuhku... Bahkan darah berhenti mengalir di ragaku.... Tapi aku harus bertahan.... Meski sunyi akan menjadi nyanyian di tiap detikku.. Meski hampa menjadi hari-hariku... Ku akhiri Cinta ini....... Hanya karena aku yang teramat mencintaimu... Ku akhiri cinta ini..... Hingga Engkau akan selalu hidup.. meski kematian menjemputku...

Bersyukur Atas Pelangi

ketika membuka mata, benderang mengantarkan pada sosok sang mentari. indah, meski kehilangan pelangi, kehilangan 1 warnanya saja, seperti kehilangan semuanya. bukan...!!!! bukan hilang.... hanya berganti kostum untuk memperindah dunia dititian bola mata. tetap takjub dengan kilauan mentari yang menghapus petang dan berdamai dengan rembulan... sayup-sayup membesar haluan bola mata, namun berusaha menikmati dan beradaptasi dengan keindahan yang lain. rindu pelangi.... biar rindu tetap menikmati mentari.... dan rembulan yang saling sapa menatap senyuman awan memutih sejuk melenakan hati, coba berdamai pada rasa Tuhan, pertemukanlah kembali dengan MEJIKUHIBINIU... Agar kami kembali menari... dalam syukur, menyulam asa dan bawa tawa keistana bahagia dg rahmatMu Tuhan belum pandai rasa syukur ini membuncah atas pelangiMu atas mentariMu dan atas RembulanMu. Belum berdiameter penuh rasa sabar yang terlukis malu-malu. pada bayangan kenyataan dan harumnya perjuangan yang menjadikan hidup itu kehidupan saat ini rindu pelangi tak aka lekang dimakan waktu.. dan bumi berputar atas seruaMu... melagukan irama syahdu yang tetap ditunggu hingga akhir waktu.... Thanks Rabb

Cry...

Jika aku menangis Bukan berarti aku adalah cengeng Bukan pula berarti aku lemah Tidak pun berarti aku kalah Bila aku menangis Aku hanya ingin sendiri Melepas penat di hati Yang takkan pernah terobati Air mata bukanlah lambang kelemahan Ataupun pertanda kekalahan Karena dengan menangis aku mampu Melepas semua resah di hatiku Dan saat ini… Aku hanya ingin menangis…

Tanpa Bintang

malam ku sepi tanpa satupun bintang menemani bintang yang memancarkan cahaya indahnya, kini tak akan lagi ada untuk ku pandangi indah kilauannya dia telah pergi tuk menambah kesedihan hati.. bintang indah ku mungkinkah kau pergi bersama awan gelap itu, untuk meninggalkan aku sendiri di malam ini bintang indah ku walau terpisah jarak kau dan aku, namun aku akan selalu menanti hingga kau bersama ku dengan bintang-bintang lain yang menghiasi langit dalam mimpi di tidur ku dan tidur mu bintang indah hati ku sungguh aku mencintai diri mu.

Selasa, 07 Agustus 2012

Pada Saat Hujan (0_0)

dari semenjak lepas ba’da magrib hingga pagi dini ini bulir-bulir air itu masih menetes dari langit satu persatu, acak tak berurutan tergantung siapa yang ingin jatuh bebas terlebih dahulu mencium tanah dipersilakan secara sukarela menjatuhkan dirinya ke bumi bulir-bulir air itu serupa yang menetes dari langit mataku, satu-persatu, acak tak berurutan kucoba tahan sekuatnya, tetapi terlalu berat untuk tertampung di pelupuk mata perlahan tapi konstan berjatuhan menawan aku yang sekeras batu, ternyata rapuh ketika bersinggungan dengan cinta aku yang sekuat kartini, harus menunduk kalah pada sepi maaf, aku disini tak sedang ingin mengiba lara tapi perih ini benar sungguh tak tertahankan, luka yang tercipta sudah menganga terlalu lebar dan hanya keajaiban tanganmulah yang mampu pulihkan pilunya sayang kau tak tanggap, tangan hangat itu terus kau sembunyikan dalam-dalam di saku celanamu tak terlihatkah olehmu luka ini begitu nyata? harus berapa lama aku menunggu hingga menjadi sekarat lalu mati? atau haruskah kutarik perlahan tanganmu itu dari saku celana, kemudian menaruhnya tepat di atas luka agar kau dapat sedikit merasakan betapa dahsyat sakitnya? sebenarnya, pedulikah kau dengan lukaku ini…

Memantaskan Diri Yang Lebih Baik...

sebelum angin berhenti berhembus dari laut menuju ke langit sebelum bulan berhenti bersinar dan kembali sembunyi di peraduan awan sebelum air berhenti mengalir dari kaki gunung menuju tepian sungai dan sebelum daun kering itu terjatuh perlahan mengikuti suara alam aku ingin menyisakan satu cerita agar ada yang dapat dikenang tentangku kelak ketika aku telah tiada raga boleh sirna, tapi tulisan ini harus tetap menjelma dalam nyata agar ku dapat terus alirkan mimpi ini pada semua mimpi untuk terus dapat bermetamorfosa dari mungilnya biji kacang hijau, merekah menjadi kecambah yang gagah, untuk kemudian layu dan perlahan sirna bukan hasil akhir yang perlu diperdebatkan, namun bagaimana proses metamorfosa itu mempengaruhi kehidupan untuk menjadikan kita sebagai manusia yang perlahan berubah menjadi seseorang yang pantas untuk dikenangkan

Bolehkah !???

dalam perjalanan pulang dari bandara kemarin, bapak supir yang baik hati memutar lagu-lagu slow yang mendengarnya saja membuat rasa ini ingin menangis *lebayyy* salah satunya lagu “close to you” entah siapa yang menyanyikan, saya suka sekali begitu pertama mendengar nadanya memang bukan lagu baru, hanya saja jarang terdengar di telinga maka saya coba mencarinya di laman gudang lagu tidak butuh waktu lama dan yep, ketemu! ternyata penyanyinya adalah the carpenter maka terunduhlah lagu tersebut yang sekarang sedang berdendang lirih di alat elektronik saya bukan, bukan lagu itu yang ingin saya bahas itu hanya selingan saja, kalau meminjam istilah panggung, itu hanya backdropnya sebenarnya saya ingin mengeluarkan unek-unek saya yang tidak bisa saya tumpahkan kepada sebutirpun manusia karena saya sedang terserang sindrom “manusia patung” akhir-akhir ini ya, menjaga jarak, menjaga lidah, menjaga hubungan itu semua sedang terjadi pada diri saya entah mengapa, entah bagaimana, datangnya hanya tiba-tiba banyak hal terjadi dalam kehidupan saya, dan saya semakin dalam berefleksi sebenarnya apa tujuan hidup, mengapa saya harus hidup terlalu lama dari hasil refleski itu perlahan terbit sedikit ketakutan akankah hidup ini diisi hanya dengan keburukan dan dosa saja lalu dimana manfaat hidup yang sesungguhnya? sebenarnya untuk apa saya ini hidup? pertanyaan bodoh memang, tetapi saya sedang berada di titik terendah dalam kehidupan saya saat ini saya sedang tidak perduli dengan masa depan yang acapkali membuat saya stres tingkat tinggi ketika harus memikirkannya maka saya hanya ingin menikmati waktu yang ada sekarang dengan saya, dan keluarga tercinta itu saja itu baru cerita bab pertama ada bab selanjutnya yang terus menerus mengusik pemikiran saya yaitu mengenai pernikahan ahhh, bosan rasanya membahas hal itu tetapi entah mengapa orang masih saja asik membahas di ujung telinga saya melihat satu persatu orang menjemput pernikahannya, beberapa orang sedang mempersiapkan harinya, sedangkan saya? hanya jongkok menantinya dan orang tanpa lelah terus mengolok olok saya yang masih saja jongkok dengan manis memandang semua tanpa berbuat sesuatu, tanpa berusaha ah,, saya lelah dengan olok-olokan itu muak dengan semuanya sebenarnya apa yang salah dengan kesendirian saya? apakah saya akan mati karena tidak menikah? masuk neraka kalau tidak menikah? durhaka pada ibuk bapak jika tidak menikah? tidak kan? lalu mengapa terus menerus mereka bertanya hal yang sama ah,, saya sudah lelah mendengar, jadi mereka sebaiknya juga mulai lelah bertanya saya juga mulai lelah menjalani semua ketika hidup masih seperti ini-ini saja ah,, andai saya bisa meminta maut ingin saya hadirkan maut itu secepat yang saya bisa agar berhenti sudah saya melakukan dosa dan bisa bertemu dengan tuhan tercinta biarlah bertemu tuhan dalam keadaan papa namun tak lagi saya isi hidup ini dengan berjuta dusta dan dosa bolehkah hal itu saya pinta? *sendiri di lantai 2 sedang menanti malam*

menghelaaa Nafasss........

selama ini, setiap kali saya akan mulai menyusun kata dalam sebuah tulisan acap timbul keraguan, apakah tulisan saya akan terbaca oleh orang lain? apakah mereka akan menyukai buah pemikiran saya itu, atau justru malah membencinya? apakah tulisan saya, bermakna? acapkali jemari ini terhenti dalam geraknya, ketika jawaban-jawaban dari lintasan pertanyaan di atas lebih menyuarakan :tidak: dibandingkan :iya: maka berhenti sudah, satu langkah kecil saya untuk mulai berkarya begitu saja sebenarnya apa sih yang saya cari dengan menulis? pujian, hinaan, komentar? atau apa? saya sendiri tidak begitu mengerti, saya hanya suka menulis itu saja saya tidak mengerti apa efek dari tulisan ini terhadap orang lain *atau lebih miris lagi, apakah memang ada efeknya? hmmm* tetapi saya suka menulis itu saja jadi, maafkan saya jika belum bisa memberikan satu karya yang memesona semoga dengan terus berlatih, kelak tulisan saya sama bobotnya dengan karya tereliye atau asmanadia *ngarepppp* jadi, tetap baca tulisan saya yaaa ^^

5 Tahun ???

hampir 5 tahun bersama lalui suka duka berdua jarak tak pernah dipermaslahkan saling percaya tak ada curiga perbedaan dan penolakan telah dirasakan dari awal pun mengerti tak mudah jalan untuk bersama terus mencoba dan tak menyerah berusaha jadi yang terbaik satu sama lain jarak antar pulau menjadi tak jauh saat saling berucap sayang kepulangan menjadi kabar yang paling membahagiakan terus merangkai kasih dengan rasa yang dipunya namun kini sayang itu diuji cinta itu dicoba tak lagi mendengar sayang yang dulu serimg diucapkan kehilangan komunikasi hubungan merenggang disini sibuk dengan urusan yang memenatkam dan mungkin disana jauh lebih melelahkan punya hidup masing-masing saatnya diputuskan terus berlanjut atau hanya sampai disini dan pilihan menyakitkan harus diambil memilih pergi tak mampu lagi bertahan meski sedih, sakit, atau mungkin menyiksa namun coba untuk berkata aku baik-baik saja tak harus mengucapkan selamat tinggal karena masih terus bersama walau tak lagi bertitle pasangan kekasih terus mempercayai ini yang terbaik

Malam...

malam ini kelabu angin berhembus dingin menggigit tubuhku yang terbungkus jaket tebal bintang sama sekali tak terlihat di atap selimut langit hitam hanya kedip lampu belakang pesawat yang berpenjar lemah di ketinggian sejauh yang dapat terjangkau oleh sapuan mata beberapa hari ini kotaku menggumpalkan kabut karena matahari enggan menyapa dengan sinar hangatnya seolah ia sedang asyik bersembunyi di balik hangatnya awan meminta sedikit perlindungan kembali kukencangkan resleting depan jaketku kututup erat-erat, tak kuijinkan angin menyeruak menyentuhku perlahan kusandarkan kepala pada kaca mobil mencoba menikmati perjalanan pulang malam ini yang terbungkus dinginnya kelam kubunuh perlahan pesimisme yang berlomba bermunculan kuyakinkan bahwa semua kan baik-baik saja seperti yang sudah tertahtakan melalui sabdaNya aku mampu, aku kuat, aku bisa perkataan yang terus menerus berulang menjadi gema, menggaung dalam rongga kepala aku sibuk berdebat dengan dingin, dengan angin, dengan malam yang mencoba menelikungku dari belakang dan waktu pun kembali tertatih berjalan deru mobil yang meluncur terjam menggoncang tubuhku perlahan menguarkan wangi tubuh berbalur aroma pantai tadi siang aku hanya bisa termangu, berharap dalam diam bisa sedikit kutemukan jawaban atas pertanyaan yang selalu deras mendera pikiran

Kamis, 02 Agustus 2012

Me!!!

Tulisanku adalah... sesuatu yang bercerita tentang bagaimana aku bagaimana aku menjalani semuanya kamu tak perlu mencoba mengerti atau paham tentang bagaimana aku sebenarnya karena sesungguhnya... akupun tak begitu paham dengan diriku yang sebenarnya suatu hari aku juga akan mengerti jika ada kesempatan aku akan memberitahumu mungkin kamu tahu siapa namaku dimana tinggalku dimana sekolahku hanya mungkin saja kamu tak tahu bagaimana sulitnya aku mengatakan "aku baik-baik saja" bagaimana aku bertahan hidup dalam "zona" yang sama sekali tak aku sukai kamu tak perlu mengerti sungguh jangan mencari tahu tentang ini

Selasa, 15 Mei 2012

Berjanji..

Sunyi adalah ketiadaan hariku tanpamu setelah kamu tiba-tiba beranjak pergi. Tanpa kabar dan tanpa kata. Tanpa kecupan di dahiku, tanpa pelukan, tanpa lambaian tangan, tanpa ucapan perpisahan. Bukankah seharusnya semua masih bisa kita bicarakan? Bukankah semua masih bisa kita perbaiki? Atau memang sudah tak ada niatan darimu untuk kembali menjadi kita yang dahulu? Lalu perlahan aku menyadari bahwa sunyi bukanlah ketika kamu pergi. Tapi ketika aku tak bisa menerima kepergianmu. Kepergianmu adalah hal yang sama dengan kepergian orang-orang lain dari kehidupanku. Aku memang akan menangis sesaat, lalu setelah itu aku akan baik-baik saja. Maka nanti, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa kesunyian itu tak akan berlangsung lama.

Menyesalll Kan....

Kembali ke kamu itu rasanya seperti pulang ke rumah. Nyaman dan hangat. Kamu itu tempatku kembali ketika aku merasa dunia terlalu jahat padaku. Kamulah tempatku kembali ketika sama sekali tak ada tempat lain di dunia ini untukku. Tapi aku tahu suatu kenyataan bahwa aku sekarang punya tempat tinggal yang lain; bukan di rumah(mu). Terkadang aku menyesal kenapa rumah itu tidak bisa aku tinggali. Hanya karena akan ada dua Tuhan disanakah?

Di BAndara Kala Itu...

Aku ingat kapan terakhir kali kita berjumpa. Di saat kita berada di bandara. Iya, bandara. Tempat banyak orang kembali bertemu dan.. berpisah. Ada yang beruntung dapat bertemu kembali. Dan tak sedikit yang tak punya kesempatan itu (bertemu). Maka bandara adalah tempat yang hangat; setidaknya menurutku. Di sana ada pelukan, ada air mata kadang, ada senyum. Semua tanda-tanda saling mengasihi rasanya bisa ditemukan di tempat itu. Sekali lagi, ini hanya opini. Melepas kepergian seseorang itu bukan hal mudah. Apalagi orang yang berarti di kehidupan kita. Tapi memang perpisahan itu mutlak karena dia berhubungan dengan waktu. Waktu yang telah cukup untuk kita bersama orang itu. Dan dari sekian banyak relativitas yang ada di muka bumi, waktu adalah yang paling pasti. Maka siapa yang bisa melawan waktu? Untuk siapapun yang sedang bersama dengan orang yang kalian sayang, manfaatkan waktu kalian! Dan untuk siapapun yang akan, sedang dan baru saja mengalami perpisahan,
be tough! There's a good reason for everything, kata banyak orang bijak sih.. :)

Selasa, 08 Mei 2012

Waktu..!!!

Waktu itu terus berjalan.... waktu itu semakin sempit.... Belenggu itu masih mengikat erat tubuh ini Melangkah dengan tertatih mengapai jiwa yang hampa akan masa yang ternoda akan hasrat Jiwa yang selalu terpangang oleh kehampaan yang terdalam Bergetar hati bergetar jiwa mereganglah sukma Terhunus sang pedang menusuk raga..... Jiwaku ternoda... waktu yang ada telah terbuang percuma Masih sempatkah aku membasuh Masih sempatkah aku mengapai.... Kais mimpi tuk melebur semua yang telah terjadi waktu itu terus berjalan tak peduli akan segala yang terjadi Semakin sempitku menjalani hidup ini Entah esok atau lusa aku akan di panggil tuk menghadapNya Sesak semakin sesak kujalani dengan segala yang ada Kuharap kudapat mendapatkan cahaya abadi sebelum ku meninggalkan dunia ini Waktu maafkan aku telah menyiayiakan dirimu diwaktu lalu Kini hanya ada harap masih ada waktu tukku memperbaiki diri

WAKTU TAK AKAN TERGANTI

Waktu itu telah terbuang percuma..... Tergeletak tak bermakna... Waktu itu tlah berlalu bersama perjalanan hidup Waktu itu takan mungkin kembali Waktu itu tlah mengilasku Menengelamkanku Menghancurkan keadaan jiwaku Tapi kuharap semua berlalu Tiada guna menangisi yang telah lalu Kini harus kujalani kehidupan baru Menata kembali waktu yang tlah kubuang dengan percuma Biarlah semua menjadi kisah manis bersama bergulirnya nadir jiwa Waktu kedepan adalah perubahan Perubahan serta penataan yang tlah hancur tak beraturan Mencoba tak membuang percuma waktu Tuk kehidupan jiwa yang baru walau kadang masih ada sembilu menyelimuti Kucoba memaksimalkan waktu, agar kehidupan baru lebih baik dari kehidupan lalu

Letih :)

Letihku disini letihku menahan semua yang ada dalam hati Gejolak rindu yang terpendam kumainkan lara jiwa ini Kupersembahkan kelam pada hati ini Tabir mimpi hanyalah tabir mimpi Kelamnya akan selalu membayangi Letihku disini adalah letihku sendiri Tak ada yang merengkuh diri tak ada yang menemani jiwa renta ini Disini ku terdiam, termanggu menahan dan terus menahan semua yang bergejolak ini Kais-kais itu telah menjadi pilu dalam diri Semua mimpi - mimpi terhadap hati yang kucoba kuingkari Terus, terus terus..... kupungkiri semua yang menjelma dalam hati Letihku merandang dalam Lara.... Hanya Illahi Rabbi yang tak pernah pergi dari sisi Setia menemani apa yang sedang terjadi Memelukku dengan segala kedamaian, menenggelamkanku dalam damai Cintaku telah mati hanya tersisa sebuah janji dari makna tuk mengapai hari kelam kehidupan nanti tuk menanti sebuah cinta yang tak pernah akan kembali Takdirku terusku geluti sampai nanti ku menemukan jawaban yang pasti Tentang diri, tentang cinta, tentang hati yang selama ini aku geluti Sujud dan bersujud Bersimpuh dihadapan Sang Illahi rabbi.... Mencoba mencari kais hidup ini atas dunia yang tak pernah memberi kepastian Hanya padaMu aku berserah atas jiwa yang goyah dan Renta Hanya padaMu aku pasrahkan Sepenggal hati dan nyawa ini Yang telah digariskan OlehMu harus kulalui walau kadang Hati ini masih tak terperi Disudut malam ini diantara berbagai hiruk pikuk kehidupan yang Fana Diatara nafsu yang mengema Ku bersujud Agar kau beri apa yang terbaik untuk diri dan kehidupan yang sedang aku jalani Maafkan segala kesalahan diri Maafkan bila aku tak bisa menepis segala yang terasa ini Sudut bibir ini hanya bisa melafadzkan Doa "semoga kau bahagia" Ya Allah ya Rabbi dekaplah Tubuh renta ini selalu dalam dekapan Indah kasihMu yang Murni

Hampa..

Terkulai dalam kebisuan yang membelit jiwa.. Hampa hati , tiada sukma berkelana.. Terdiam menguras air mata yang mengalir bak sungai kecil.. Beriak pilu menyayat kalbu.. Bersedu sedan menusuk sembilu.. Tak dapat mengubur masa lalu yang kian membelenggu.. Terjebak dalam dimensi ruang dan waktu.. Terserat jauh dan tersesat di lembah tak bertuan.. Hanya pasrah mengurai kata , dalam bayangan malam yang kelam.. Tersendat menggapai asa yang tersisa.. Terseok meniti langkah yang tak sempurna.. Terjerembab ke dalam jurang tak bertepi.. Sendiri mengarungi hidup , dalam sunyi sepi.. Hanya keheningan yang setia menemani.. Bersama dawai alam yang bernyanyi di balik kabut hitam.. Mengintip dan mengintai , siap[ menyelubungi jiwa yang terpasung.. Dalam duka nestapa yang tak pernah berkesesudahan , berkepanjangan.. Tanpa temukan jalan untuk dapat kembali pulang.. Tersesat.......terkurung...........dan..........terpenjara....... Terkungkung dalam rona kesedihan.. Entah di mana cahaya kehidupan itu berada...?? Aku hanya ingin pulang... Tuhan.......tunjuk kan lah aku jalan untuk kembali pulang.. Aku lelah.......aku pasrah.....dan aku hanya dapat berdoa...

Kamis, 05 April 2012

Angann.....



Angankan apa yang engkau ingin angankan;
pergilah ke mana engkau ingin pergi;
jadilah seperti yang engkau kehendaki
Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan
Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum,
cukup pencobaan untuk membuatmu kuat,
cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan
cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

Jumat, 30 Maret 2012

JAlannn.....


Jalanku…,

ku tahu takkan mudah untuk dilalui

sempit-berliku, berlubang, dan penuh bahaya

Mungkinkah garis hidupku akan selalu seperti ini?

Sudah berapa kalikah nyawaku diperhadapkan dengan maut?

Atau tak layakkah aku masih berada di dunia ini?

Ku terhening meratapi kenangan hidup….

Tak juga Kau lekas ambil aku ke dalam dunia kekal-Mu

Sejenak kutengadahkan pandanganku pada langit malam,

membayangkan sedang merajut apa tangan-Mu di atas sana?

Ego dan amarah terkadang mengalahkan aku…,

menginjak-injak hati nuraniku dengan telak,

menampar imanku siang dan malam,

tanpa pernah berpikir tentang arti sebuah misteri

Namun itulah yang kujalani dalam ribuan hari-hariku

Dan itulah yang Dia rajut di atas sana….

Demi kasih dari Sang Penguasa Semesta

Sengsara hidup bagai kaki dan lengan yang patah,

seperti Paulus yang tertusuk duri dalam dagingnya,

namun topangan maha kuat tetap membuatnya berdiri

laksana karang terhempas gelora yang hebat

Pada akhirnya ku mengerti…,

semua ini bukanlah tanpa arti dan makna

Dalam awan kelam masih terdapat seberkas cahaya mentari

Dalam jalan derita masih terdapat sukacita yang abadi,

dan aku…, sedang melangkah ke sana….

Merenungi Keada'an

Saat ini ku ingin merenung….

Duduk di bawah mendungnya awan,

walau tanpa kilau cahaya mentari

tak apa….

Aku manusia yang lemah

Hidup dengan penuh kepalsuan

Garam telah banyak kutelan,

namun tak pernah kurasakan asinnya

Aku begitu angkuh dan sombong

Harga diri selalu mengalir dalam kalbuku,

tanpa mengetahui arti sebuah kejujuran

Rasa emosi dan amarah seakan meledak dalam kepalaku

Aku terpancing ke dalam keputusaasaan

tanpa berpikir untuk mencari jalan keluar

Berbagai hajaran telah ku hinggapi,

namun tak sedikitpun aku mampu meresapi maknanya

Bodohnya diriku…

Berpikir untuk menjadi bijak,

namun perkataan hikmat ku lalui begitu saja

Aku semakin hancur dan terpuruk,

bukan karena apapun dan siapapun,

tapi karena kekejaman diriku sendiri

Tembok yang kokoh itu kini mulai retak dan berangsur runtuh

Laksana singa yang sedang sakit lalu segera menemui ajalnya….

Aku lelah dan capek

Aku benci dan bosan pada diriku sendiri

Aku seperti seorang musafir yang kehilangan arah

Aku seperti pelaut yang merindukan labuhan,

namun tak pernah menemukannya

Aku seakan hidup tanpa harapan masa depan

Begitu kosong, begitu hampa….

Tuhan, Tuhan….

Adakah Kau masih sayang terhadapku?

Adakah Kau memperdulikanku?

Ataukah kau akan membiarkanku seperti ini?

Akankah masih terbit fajar kesukaan bagiku?

Jika aku hambamu, akankah Kau jadikan aku sebagai hamba

yang akan berperang melawan malaikat-malaikat-Mu?

Janganlah Kau alihkan mata-Mu pada kedekilanku

Janganlah Kau tutup telinga-Mu pada rintihanku

Janganlah Kau butakan hati-Mu pada kedukaanku

dan janganlah Kau jadikan aku sejarah hitam dalam buku catatan-Mu

Masih adakah waktu bagiku ’tuk memulai permulaan baru Tuhan?

Kini aku menyesalinya….

Ku pinta dalam doaku, ku ingin di pulihkan

Maka ubahlah semua, berdamailah antara Kau dan aku

Mampukan aku dan akan kutunjukkan pada-Mu,

bahwa dalam kejatuhanku aku masih bisa bangkit

Dalam kesesakkanku aku masih bisa bernafas,

dan dalam dukacita aku masih bisa bersukacita

Akan kubuktikan pada-Mu aku bisa,

selama tangan-Mu masih menopang bumi ini

Dan aku ’kan bercermin pada diriku bahwa aku mampu berubah

Ya…, aku pasti mampu…

Terberat.....

Aku merasakan hari yang berat
Namun tidak ada yang bisa ku perbuat
Merasa di manfaatkan
bahkan jujur…akupun butuh pertolongan
Namun apa lagi yang dapat kulakukan ?

Aku pun butuh bantuan
Aku pun berharap seseorang disini
Pundaknya untuk kusandar
Ataukah semuanya hilang saja terhampar ???

Kamu tak selalu ada disini
Mudah untuk berkata
Tetapi ku tau kau peduli

Aku merasakan hari yang berat
dan itu tak berakhir disini
Tetapi harap kau diingat
Aku dapat bangkit sendiri

MEnjauhhhh....


Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali


Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Senin, 26 Maret 2012

Diamm Mu...

Betapa terkejutnya aku
Saat terbangun dalam lelapku di sebuah malam
Akibat sentakan sihir tak terduga
Hingga mendapati diriku menjadi debu

Terseok-seok berusaha mensejajarimu
Tapi aku hanya butir-butir debu di ujung sepatu
atau yang sekadar hinggap di helai-helai rambutmu
kau lihat sekilas
lantas kau kibas
berlalu, tak berbekas

Hingga aku mendapatimu berjalan disebuah pantai
Riuh ombakmu bergema tak karuan
Seakan tsunami hendak membelenggu
Bagaimana aku bisa mendengarmu
Jika aku hanya sebuah debu
Dan dalam diammu aku begitu buta dan mati rasa

End

Hati nampaknya hancur
Ingin bersembunyi karena malu
Lama terlelap kini aku tersadar
Hidup itu harus dilanjutkan

Tetesan air mata itu mengisyaratkan
sebuah akhir
entahlah mungkin benar-benar akhir
Hal itu hanya kamu yang bisa mengubahnya
karena aku tak berdaya lagi
Aku tak ingin kau pergi tapi lisan tak kuasa berucap

Air mata yang jatuh dengan tiba-tiba itu
memberontak membuatku khawatir
Sempat tertahan akhirnya meledak
Saat melihatmu berjalan dari belakang

Kau nampak asing
Sketsa yang pernah terukir dibenakku itu
Sketsa yang mengaku bahwa dia adalah dirimu itu
Sangat beda dengan apa yang kulihat
Aku merasa kau sangat jauh
Tak ku kenali lagi

Pertemuan singkat bagaikan awal berkenalan denganmu
Sesuatu itu telah mengubah segalanya


Terima kasih telah membangunkanku
Dari mimpi indah namun semu
Terima kasih telah membangunkanku
Untuk hidup di dunia yang tragis tapi nyata

Apakah ini memang sebuah akhir?
entahlah hanya kau yang bisa menjawabnya
jika kau mengiyakan
Dengan ini aku pamit

Selasa, 20 Maret 2012

LAst Time Again

ternyata emosi yang merubah segalanya.. :(
Setitik kesalahan yang sebenarnya masi bisa termaafkan, namun menjadi sebuah perpisahan yang menyakitkan untuk kita.

Aku tak tau, aku juga tak mengerti semua terjadi seperti yang benar.benar tak ku inginkan.

tak perduli mana yang harus d salah.kan, tak perduli mana yang harus di lakukan.
Sayang.ku takkan berubah sampai aku mengerti alasan dibalik semua sikap.mu….

Namun kini kau pergi..
Pergi ntah kemana.
Mungkin memang sudah niat.mu meninggalkan ku dengan perpisahan yang menyisakan luka ini, mungkin kau mampu melupakan semua kenangan indah kita, tapi sungguh aku tersiksa dengan perasaan luka ini.
Kau takkan pernah mengerti ap yang ku rasakan, apa yang menjadi beban dihati, apa yang menjadi mimpi buruk selama ini..

Mungkin memang setelah sejauh ini baru ak harus melupakan.mu,.
hanya kenangan indah yang menyisakan luka yang kan ku ingat selamanya…
Smoga kau bhagia.. :)

Jumat, 24 Februari 2012

Endless Love

Misssss

Dan..

inilah aku.

Aku yang kembali setia menunggu.

Walau sendiri memeluk malam yang berbicara tak tentu arah,

berusaha tegar atas semua cinta yang bertahta dan memenuhi ruang nafasku. Saat kuingat tentang kamu.

ya..disaat akhirnya ku mampu sentuh jiwamu dan membiarkannya membalut hatiku.

saat akhirnya ku mampu kecup wangimu dan membebaskannya menari-nari di khayalku..

saat akhirnya ku mampu menciummu..dan tersesat di tengah rasa yang tak terbatas itu.

Saat kutemukan kembali warnaku...di teduh matamu..

indah, hangat, tapi rapuh !



rapuh karena saat itu bukanlah selamanya

rapuh karena dikejar waktu yang bersahaja

rapuh karena ku tahu ku tetap harus

menunggu..



menunggu agar esok membiarkanku kembali..

memelukmu, membelaimu, merasakanmu...



dan memohon agar esok mengijinkanku kembali..

merengkuhmu, menyentuhmu, menciummu..



hhh..tidak !

Aku bukan sedang mengeluh..

dan aku bukan sedang berseru



aku hanya kangen kamu..

kangen kamu yang mencuri hatiku...

Menghellaaaaaa nafassss saaat kupejamkan mata

and i can hear them calling me, the pearls in the ocean....


Kupejam mataku perlahan saat matahari pagi membelai sebagian wajahku yg melusuh. dan angin semilir tak mau kalah berlomba memanjakan aku..bisa kurasa tiupan hangatnya di telingaku saat mereka dgn genitnya menggoda, membelai, menidurkan jiwaku yg kelelahan.
lalu kurentangkan jemariku ke arah pantai..yg pasirnya belum kusentuh,tapi malah dlm imajiku jemari kaki2ku sudah dgn liar berlarian diatasnya.

ah, betapa aku rindu tempat ini..
rumah persembunyianku saat lelah dgn dunia yg jarang bersahaja. tidak ada manusia2 lain yang menatap curiga. hanya aku, kelambu diatasku dan bentangan pasir putih dihadapanku.


aku memang slalu suka pantai. slalu ada yg bisa membuatku jatuh hati disini. apalagi saat mlm tiba, dan aku yang hanya ditemani pohon2 kelapa yg berusaha keras merengkuh rembulan,angin pantai yg nakal memainkan belahan rambutku,petir-petir di negeri seberang lautan sana yg terlihat dari sini bagai atraksi tarian yang menakjubkan serta tak lupa,teman senyapku-segelas mungil tequila sunrise di telapak tangan kanan.
lalu selalu saja timbul rasa rindu yg menggebu-gebu. rindu akan smua yg tdk terucapkan dan tak terjangkau,bahkan tak tersirat di keseharianku. disini seperti sunyi, padahal bisa kurasa di sekelilingku berbicara,kepadaku..tentang aku.

....we once have ocean left to fly, but now the trees and the river has parted way...

dan tiba2 targambar jelas air mukanya yg tersenyum,rambutnya yg lembut ditiup angin, jemari2nya merengkuh
tubuhku dan pandangan matanya yg meneduhkan aku,selayaknya lautan. dan kami berpelukan hingga matahari lelap tertidur..
jika saja dia hadir disini, maka aku tak lagi membutuhkan atap sirap untuk menyejukkanku, karena sayap2nya yg kokoh selalu terbentang untukku.
dan bisa kubayangkan,kami tertidur tanpa mempedulikan hari esok.
ah,esok pun dunia bisa mengurus dirinya sendiri!

biarkan saja! ini waktunya aku
terbuai
sejenak

dan kupeluk nuansa ini lebih erat..
hingga semua menyelimutiku sekarang..
kelambu, pantai, matahari dan jemari-nya..

ah,jika saja hidup bisa se-sederhana ini...



......and when it's cold as the rain outside....you know, i'm with u.......

Jumat, 17 Februari 2012

Malammmmmm.........

rembulan malam

katakan padanya

aku ingin melukis sinarmu dihatinya

embun pagi

katakan padanya

biarkan aku peluk erat

saat waktu dingin mendera

walau itu cuma bayangannya

aku ingin ketemu dan membelai wajahnya

seperti dulu lagi

dan ingin kuhias angkasa dengan indahnya bintang bintang

hanya untuk dirinya

puisi rindu ini

kugoreskan hanya untuknya

biar sederhana ungkapan ini

izinkan kutuahkan segenap rasa

dan kerinduan dihati

sayang dia telah pergi dariku

dan tak akan pernah tahu ungkapan perasaan hati ini

Ssttttttt........

bintang yang kutunjuk

cahayanya perlahan berubah kelam

hancuurr berantakan

serpihan luka menyayat jiwa lara

padahal belum sempat kuutarakan sajak sajak cinta yang kucipta

wahai arjuna pengobral cinta

taman langitku kau buat suram

petang dan gelap tak benderang lagi

mungkin inikah akhir cerita cinta

ditengah malam terhias purnama

menyatu dalam hempas angin

melantunkan pilu kedukaan jiwa yang lara

I Think

sempat terfikir untuk kembali

mencarimu

tapi langkah ini sudah lelah

sempat terfikir untuk menunggumu

kembali

tapi kau dan aku memang sudah tak lagi searah

biar aku memilih jalanku sendiri

walau perih terus membayangi

tanpa dirimu lagi

tanpa cintamu lagi

Ooopiniii Pacarrrrrrrrrrrrrrr.............

#pacar itu biasanya jadi org yg paling pertama nongol kalo kita ada masalah. Namanya SIAGA
#pacar itu harusnya jadi org yg paling hafal bad and good habbit kita. That means dia MENGENAL kita.
#pacar itu biasanya orang yg paling banyak berbagi cerita dg kita setiap hari. Itu berarti kita semacam jadi JURNAL untuknya.
#pacar itu selalu bisa mengoreksi saat salah dan mau memuji jika benar. Kalo yang gengsian muji, namanya RIVAL.
#pacar itu harus mau berkorban. Pulsa, waktu, tenaga bahkan kepentingan diri sendiri kalo perlu. Kalo ga siap diganggu, ga usah pacaran.
#pacar itu sebenarnya cuma pengen diperhatikan di saat yang tepat. Kalo nuntut 24jam ada sih NIKAH aja.
#pacar tu bukan cm buat digeret pas acara sm temen2 biar kliatan laku. Kalo cuma butuh PAMERAN, beli aja grosiran manekin di tanah abang.
#pacar yg baek tu ngajakin ibadah bareng. Ngingetin kesehatan. Bukan nyodorin rokok kaya penjual eceran di lampu merah.
#pacar itu sbenernya buat jadi PENYEIMBANG kok. Wkt sedih,ad yg bkn seneng.Waktu sakit,ad yg tmenin.Wkt pgn marah ada yg dengerin.
Kalo #pacar cuma buat display,temen jalan waktu luang dan tong sampah saat bete, kasian tu pacar ga DIMAKSIMALKAN.
Dan #pacar nggak mengkambinghitamkan tamu bulanan dan tugas kampus yg numpuk buat melampiaskan kemarahan. Itu PENIPUAN.
Jangan samain #pacar ama mantan. Emang lo ngliat kita dijual satu rak di swalayan apa??
Kalo punya #pacar jangan dikekang buat berteman dg si ini itu atau gak blh do this and do that.Lo nggak suka kl digituin ama nyokap lo kn?
#pacar itu ga harus cantik atau ganteng. Yang penting pny personal selling waktu diajakin kondangan
Ga ngenalin #pacar ke ortu bkn brarti backstreet. Memilih waktu dan orang yang paling tepat lebih pas istilahnya.
Ga ngenalin terlalu banyak #pacar sama ortu jg bisa meminimalisir ortu km akan membandingkan suami kelak sama #pacar yg ud pnh dikenalin.
Tanyakanlah sama #pacar 'mau dibawa kemana' kalo dia uda punya investasi tp blm nglamar,bkn krn uda jadian tp ga dikenalin ke ortu.
#pacar yg keseringan ngomongin 'besok kalo nikah..' itu biasanya keseringan pake 'lampu jauh', kadang suka ga liat yg didepan mata.
Dengerin deh suara #pacar kalo lagi jadi imam,kenceng engganya bs jadi refleksi kesiapan jadi pemimpin.kalo masi pelan2 dn tkt salah,rrrr...
Kata senior gw, #pacar tu jangan dikekang.Biarin mereka salurin hobi2 positifnya.Kalo tau2 mreka 'gituan' ama yg laen,siapa yg sedih?
Kalo #pacar berbuat salah, cukup ingatkan sekali. Ditegur terus2an itu ga enak juga loh.
Kalo #pacar nangis, temani dan dengarkan saja keluhannya sampai selesai. Jangan terlalu sering dibesarkan hatinya, ntar manja!
Jangan keseringan juga komentar tentang outlook si #pacar,bakal kliatan tingkat nyamannya dia sama lo dr kostum yg dy pake klo kalian jalan.
#pacar marah jangan dimarahin balik. Sodorin aja nasi goreng buatan lo, pasti dia bakal ngrasa bersalah deh.
Cb dicaritau dulu kalo #pacar mulai ga perhatian karena apa, jgn asal minta putus. Dimulai dari hubungin si uya kuya.
#pacar dibutuhkan ketika : sakit, mau ujian, mau tidur, keabisan duit, bangunin shalat subuh, kondangan
#pacar ngingetin shalat itu biasa. Tapi kalo ngingetin ngaji atau bangunin tahajud, kayaknya mending disayang2 deh.
Obat ampuh nenangin #pacar dlm keadaan apapun: peluk. Habis perkara.
Tapi sayang sekali #pacar ga bs jd obat gastritis gw. Andai #pacar bisa menggantikan inpepsa dan lancyd yg mahal itu

dan ternyata banyak juga loh temen2 gue yang punya opini sendiri2 tentang paca versi mereka, yang akhirnya di twit pake hashtag #pacar juga. haha....sukak deh!

#pacar yg baik itu, bikin skripsi kita lebih cepet kelar karna dukungannya -
#pacar itu yang bisa setia ngisi jok Depan motor saya, baik panas maupun hujan -
#pacar itu orang yang terakhir yang ngucapain 'selamat malem' dan orang pertama yang ngucapin 'selamat pagi
#pacar yang pendiam itu kayak bom waktu, bisa 'meledak' kapan aja. So you must prepare about it - rizky

dan sebenernya inti dari opini gue tentang #pacar yang nggak sempet gue masukin timeline adalah

#pacar itu bukan suami. berlakulah kepadanya seperti layaknya teman, sahabat atau saudara SAJA. jangan berlebihan sebelum ANDA sendiri yakin mau anda bawa kemana itu #pacar. surga? neraka?ato cuma KUA terus ke PA?

Huuuufffhhhjjjj.............

ergi Untuk Sementara
Music For Sale

Aku tak pernah lupa
mengapa ku bisa begitu mencintainya
dia masih disini, menanti setia,
berharap takdir berubah untukku dia membuatku bahagia..
dia selalu ada, menjaga diriku
menemani waktuku
kuingin dia bahagia
namun aku tau dia menangis jauh di dalam hatinya..

Tuhan dengarkanlah dia berdoa..
Bila waktu ku tlah tiba,
ku hanya berharap, dia merelakanku.
Ku tak ingin dia bersedih, mengertilah kasih,
ku hanya pergi untuk sementara..
Kita tak berpisah, selamanya..

banyak orang berkata, dia buang waktunya, mencintaiku
dan aku pun tak bisa, mencegah dirinya
untuk berhenti mencintai diriku
bahagia aku bersamanya..

-------------------------------------------------

baru nemu hari ini beberapa hari yang lalu. satu kata, MENGHANYUTKAN. bukan nyari-nyari lagu yang pas dengan suasana hati gue, tapi lagu ini bener-bener bikin gw terhenyak. ya, gw banyak berdoa bahwa takdir bakal berubah untuk dia. dan ketika semua orang menghujat dia, well....gue hanya mencoba untuk tersenyum. bahkan dia atau mereka nggak akan pernah tau ada apa di dalam hati gue :')

Hmmmm..........

Pergilah kau bila aku sudah tidak diperlukan lagi
Pergilah kau bila kau sakiti hatiku
Pergilah kau bila semua ini sudah berakhir
Pergilah kau bila aku kau tinggalkan
Pergilah kau bila aku kecewa dengan sikapmu
Pergilah kau bila kau kianatiku
Pergilah kau bila aku sudah putus asa dengan semua ini
Pergilah kau bawalah semua rasa bersalahmu
Pergilah kau pergi dari hidupku


Semua ini hanyalah dugaan darimu dan sekarang aku harus bangkit untuk melupakan segala2nya, kerana kau sudah musnahkan harapanku. Diri ini sudah tidak diperlukan lagi dan kau hanya membuangku jauh dari hatimu, biarlah ini semua menjadi sejarah buat kita.

Jangan fikir kau hebat kerana dapat menghancurkan hati seseorang
Jangan fikir kau hebat bila semua yang kau inginkan akan dipenuhi
Jangan fikir kau hebat kerana semua itu hanya sementara
Jangan fikir kau hebat bermain dengan kata2 manis
Jangan fikir kau hebat bila janji tak dapat kau tunaikan
Jangan fikir kau hebat dengan kemewahan yang kau miliki
Jangan fikir kau hebat jika kau berkuasa


Sudah ditakdirkan kita bukan untuk bersama jadi disini biarlah aku mengundur diri membawa hati yang lara ini ke mana saja. Kau bukan tercipta untukku, kau bukan untukku, kau & aku bukan bersatu, pergilah kau kepada dirinya dan janganlah kau datang mencariku lagi. Akan ku semat kisah kita ini didalam hatiku pergilah kau....

Beddaaaaaaaaaaa...........

berbeda itu tetap saja berbeda. berbeda itu erarti tidak memiliki kesamaan. berbeda itu berarti tidak memiliki visi yang sama. berbeda itu berarti seharusnya bisa saling menghargai.

berbeda usia, hormatilah. berbeda kepercayaan, toleransilah. berbeda pendapat, hargailah. berbeda kebiasaan, mengertilah. berbeda rejeki, syukurilah. berbeda sifat, pahamilah.

sesungguhnya perbedaan itu tidak akan menjadi suatu masalah yang rumit ketika kamu bisa melakukan satu kata terakhir yang gue tulis diatas setiap kali nemu satu perbedaan. bukan dipaksakan sama, bukan dicela, bukan dikeluhkan, bukan jadi bahan pertikaian, bukan jadi kesenjangan. tapi apa lo bisa? gw aja suka susah.

yang beda ya udah, biarin aja beda ya. yang beda yaudah, nggak usah saling ganggu ya. yang beda ya udah, nggak usah ngeluhin terus-terusan kalo beda dan nggak bisa jadi satu. kata siapa beda nggak bisa satu??

Aaarrrggggggg...............

ebenarnya ini adalah sebuah pagi yang cerah ketika pukul setengah6 saya melihat ada cahaya yang berhasil menembus gorden merah putih di jendela kamar. seharusnya semua menjadi hari yang sempurna karena ini adalah week end, dan saya berencana untuk membuat beberapa jadwal dengan teman atau mulai bergerak dengan kuesioner mungkin.

ah, tidak semua selalu berjalan sesuai rencana sampai satu per satu keadaan 'kacau' timbul di hadapan saya ketika saya berjalan gontai keluar dari kamar. seperti kiamat kecil dirumah atau semacamnya lah. saya berharap terlalu besar pagi ini akan secerah mata hari yang akhirnya mampu menusuk mata saya ketika saya membuka pintu belakang rumah. pagi ini, sama dingin dan kaku nya seperti pagi-pagi saya sebelumnya. lagi, tanpa semangat.

sampai saya mencoba untuk melakukan hal yang, mm....berguna mungkin, membuka dan membaca kembali buku metolit kuanti-kuali R&D milik Sugiyono untuk bahan revisi skripsi. menyalakan komputer dan mulai membuka microsoft word lalu menuliskan beberapa potong kalimat yang menurut saya cukup untuk menjadi hasil revisi.

tulisan sempat terhenti ketika saya terpikir untuk membuat speaker di atas meja komputer sedikit berdebam. pagi yang kaku akan semakin runyam jika saya tambah dengan suara kencang yang keluar dari speaker saya. satu fikiran saya. andai saya punya headphone, yang wireless mungkin. saya akan bisa mempunyai pagi yang tidak kaku (milik saya sendiri). oke, saya mulai frustasi.

lalu teringat bahwa sesaat sebelum saya tidur semalam, saya menemukan satu akun twitter milik seseorang yang pernah menjadi idola saya dulu saat berkunjung ke UI. dan ketika saya menilik ke profilnya, saya menemukan satu alamat website. mungkin kata WEBSITE disini boleh digaris bawah di tebalkan. saya tertegun. bukan blog, wordpress atau tumblr, tapi alamat WEBSITE. satu url yang diawali dengan www dan berakhiran (dot)com.

oke, saya mulai menuliskan alamat website-nya di firefox. got it. satu yang berhasil membuat saya sedikit merasa lega, dia bukan penulis aktif, jadi saya tidak perlu merasa minder kuadrat. dan yang kedua, karena ternyata itu adalah sebuah akun tumblr. ternyata, dia memang tidak terlalu menakjubkan. sampai saya akhirnya membaca tulisan-tulisan di TUMBLR nya dan sepertinya saya harus menarik kata-kata saya kembali bahwa dia 'tidak menakjubkan'. mungkin kata yang tepat adalah, 'dia memang WOW' untuk seorang Wanita sepantaran saya. kritis yang berwawasan, bertata bahasa layaknya yang berpendidikan dan well....dia memiliki pencitraan yang almost perfect.

dan tiba-tiba saja mood saya sedikit membaik. diantara kefrustasian saya dengan keadaan 'kaku' dirumah, saya ternyata masih memiliki keinginan-keinginan yang cukup menggelitik di pagi hari yang membuat saya sadar kalau ternyata saya masih 'hidup'. saya mau punya wireless headphone, dan saya mau punya website.

Kehancuran....

terjebak lagi. selamat datang di kehancuran Jup. padahal dulu waktu awal ngejalanin ini, gw udah nyoba buat nggak terlalu berlebihan bergantung ke dia. tapi mana bisa. when i love someone, i lay all my problem on him, i lay all my good and badness on him, i lay everything on him.

hah. dan sekarang ketika entah ada yang salah dengan kami, gw drop. mulai kehilangan sesuatu bernama semangat. berhari-hari menjadi orang tak produktif dirumah. menjauh dari Tuhan. ditambah lagi dengan berbagai masalah yang terbarukan, seperti menjadi makhluk paling bermasalah di muka bumi.

haha...bukannya gw tidak pandai berkomunikasi. tapi gw merasa sudah cukup menyampaikan semuanya kepada dia dan Dia. dan kalau semua masih juga tidak berubah, apa gw masih boleh untuk tidak merasa jatuh? anyone want to raise me up?