Rabu, 26 Desember 2012

Agama Ku Agama Mu????

Entah harus bagaimana mengartikannya, ku pikir awalnya ini hanya masalah sepele. Mengapa kita harus jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita? Atau mungkin, apa salahnya jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita. Ku pikir sangat gampang untuk mengambil keputusan mengenai ini. Hingga akhirnya aku berada dalam situasi itu sendiri dan merasakan bagaimana tekanan antara otak dan hati. Aku galau! Mungkin itu yang bisa aku katakan untuk menggambarkan tentang kondisi ku sekarang. Aku jatuh hati dengan dia yang berbeda keyakinan dengan ku, ya kita berbeda Tuhan. Sedikit ada goresan di hati aku ketika minggu pagi beberapa waktu lalu, saat aku harus pergi ke Mesjid untuk ibadah shalat Id dan pagi itu dia juga ke Gereja untuk ibadah. Saat pertama kali aku memberi tau siapa namanya ke sahabat aku, pertanyaan pertama yang langsung terlontar adalah mengenai agamanya. Ya, dia Protesten! Salah satu sahabat ku yang lain pun mengingatkan aku tentang hubungan yang bakal aku jalanin. Berdasarkan pengalaman yang udah pernah dia alami, hubungan beda agama gak akan bisa disatukan terkecuali salah satu di antara kita ada yang mengalah untuk berpindah agama. “Sesayang apa pun, kalian tetap gak bakal bisa sama-sama” ya, kira-kira seperti itu dia mengingatkan ku tentang hubungan aku dengan si doi. Menanggapi itu semua, aku yakin aku gak akan terluka. Jika suatu hari aku harus melepaskannya, aku yakin aku bisa. Lagi pula kita Long Distance, jadi ku pikir gak akan membuat ku sangat terluka. Lagi-lagi kejadiannya sama persis seperti sahabat ku tadi, dan pada kenyataannya dia sendiri sulit untuk melepaskannya. Tak segampang yang aku pikirkan! Dan sekarang akhirnya berhari-hari itu pun jadi bahan pikiran ku. Salahkah aku jatuh hati padanya? Salahkah aku sayang padanya? Kenapa Tuhan memberi kita cinta jika tidak ada pelajaran di baliknya?

Berbeda????

Perbedaan salahkah Tuhan menciptakan cinta jika keindahan harus dipertentangkan? cinta ini bukan rekayasa atau skenario penulis ternama tidak ada sutradara cinta itu tumbuh mengembang seumpama bunga di taman cinta ini bukan gulma di ladang yang harus direnggut keberadaannya aku mencintai Tuhan begitu juga dengannya yang tidak bisa kutiadakan pertanyaanku masih tetap sama apakah perbedaan yang Tuhan ciptakan adalah penghalang?