Aku yang sendiri
aku yang menydiri
dan aku yg menycari sepi sunyi dan diam
lalu tak lama
sepi sunyi dan diam bersedia menemani aku di sini
seperti berapa detik lalu
ya masih sama dengan hari-hari lalu
aku benar-benar letih
aku benar-benar penat
tak tahu harus mengadu pada siapa
mh.. Selain maha pencipta pemilik surga itu
tunggu aku d surgamu
dan temani aku d surgamu
wahai pemilik sepi sunyi dan diam
aku akan menunggu
sampai batas waktu yang akhir
si pemilik surga sudah berjanji akan ikut mengunggu aku
sekali lagi
tunggu aku di surgamu
dan temani aku di surgamu
Ketika aku merasa waktu mencekik semua rasa hati…
Jumat, 20 Mei 2011
Menulis lagi..
Kapan terakhir kali aku benar-benar menulis? Tentang perasaan, tentang aku
Hmm.. sudah lama sekali pastinya
Hmmm... ga tau mesti nulis apa
Rasanya ini seperti:
Sudah sejak lama banget pengen ketemu sama seseorang, tapi ga bisa, ga bisa, ga bisa
Dan setelah akhirnya bisa ketemu, malah ga tau mesti ngapain
Ga tau mau ngomong apa.. Cuma pengen duduk diem, di sebelah dia, menggenggam tangannya, ga ngomong apa-apa, dan sesekali mencuri-curi lihat ke arah wajahnya dan tersenyum... senang...
Hanya itu saja
Ya.. seperti itulah rasanya sekarang..
Rasanya cuma pengen diem.. ga ngetik apa-apa..
Cuma liatin monitor dengan perasaan rindu yang amat sangat karena ingin menulis, tapi karena terlalu senang bisa merasakan perasaan ini lagi.. jadi sampai ga bisa nulis apa-apa...
But I've already typed, right?
Beberapa hari yang lalu.
Aku tersadar.. tidak lama.. hanya dalam hitungan detik
Ketika dia, seseorang dari masa lalu, berkata padaku:
"Gw yakin lu ga akan niat terjun dari jembatan, or hurting urself so badly.. ur pride is away too perfect to do it"
Aku terus menerus mengulang kalimat terakhir darinya
My pride is away too perfect to do it...
My pride is away too perfect to cry, feel helpless and hopeless
Yes, my pride is away too perfect!
I used to be that girl...
A strong girl with a perfect pride, who'll never break her pride for anything
And I have to find her back.. to be in me again
It's been so long, since I paid full attention to someone, concerned anything about his want, his demand, his needs, his happiness... and forget about mine.
It's been so long since I had to understand that every people, with their relation with families, friends, lover, works, has its own problems... and forget about mine.
And now.. when I realize it all, I'm already a step closer to dying
I need time to be alone...
Alone but surrounding by people
I need time to be silent...
Silent but people keep talking to me, whether I'll answer it or not
I just need time... to be understood
Malam yang aku sisihkan untuk menulis, beberapa hari ini menjadi malam yang membuatku tidak mudah untuk menulis. Selalu saja ada pekerjaan yang merenggutnya, selalu saja ada yang salah dengan pekerjaanku, selalu ada yang tertukar, selalu ada yang harus aku lengkapi.
Malam.
Sore tadi hujan, sebelum belok gang menuju kosan aku lihat bulan muncul separuh diawan gelap. Aku menaiki anak tangga dengan langkah yang tidak tergesa-gesa, langkahku menjadi langkah yang penuh dengan ketegangan dan pikiran yang loncat-loncat. Antara pekerjaanku dan tulisanku, aku memang bukan penulis hanya saja sedang membiasakan diri menulis. Entah karena apa dan untuk siapa, aku hanya menulis itu saja.
Dan malam ini, harus tetap menulis. Meski kantuk dan lelah hinggap, aku harus akan menulis begitulah aku dan beberapa temanku berlomba-lomba untuk menulis, biasa saja memang sangat biasa toh hanya menulis hal yang ingin kita tulis. Seperti minggu ini aku harus akan menulis tentang sepi, entah sepi seperti macam apa dan karena apa? Yang pasti sepi bukan sapi, begitu kata temanku.
Aku atau. Sepi...
Tapi, apakah sepi itu berarti kita sendiri?
Jika begitu aku memang sendiri, tapi apakah aku merasa sepi?
Mengalami sepi?
Apakah aku mengenal sepi? Sepi...
Malam.
Sore tadi hujan, sebelum belok gang menuju kosan aku lihat bulan muncul separuh diawan gelap. Aku menaiki anak tangga dengan langkah yang tidak tergesa-gesa, langkahku menjadi langkah yang penuh dengan ketegangan dan pikiran yang loncat-loncat. Antara pekerjaanku dan tulisanku, aku memang bukan penulis hanya saja sedang membiasakan diri menulis. Entah karena apa dan untuk siapa, aku hanya menulis itu saja.
Dan malam ini, harus tetap menulis. Meski kantuk dan lelah hinggap, aku harus akan menulis begitulah aku dan beberapa temanku berlomba-lomba untuk menulis, biasa saja memang sangat biasa toh hanya menulis hal yang ingin kita tulis. Seperti minggu ini aku harus akan menulis tentang sepi, entah sepi seperti macam apa dan karena apa? Yang pasti sepi bukan sapi, begitu kata temanku.
Aku atau. Sepi...
Tapi, apakah sepi itu berarti kita sendiri?
Jika begitu aku memang sendiri, tapi apakah aku merasa sepi?
Mengalami sepi?
Apakah aku mengenal sepi? Sepi...
14 Mei 2011
Berasa Mimpi.
Akhirnya Kita Bertemu Juga Setelah Terpisahkan Oleh Waktu.
Malam Itu Aku Terasa Takut,Galau,Gelisah Campur Aduk Jadi Satu.
Aku Tengok Di Balik jendela Hotel.
Hati qu Derdegub Kencang Ingin Segera Bertemu Dengan Mu.
Tak Sanggup Lagi Berdiri di balik jendela kamar.
akhirx ku putus kan menemui mu.
Setelah Beberapa Menit Aku Coba Keluar Dan temui kamu waktu Di depan Hotel...
ingin rasanya aku memelukmu dan mengatakan aku sangat rindu akan pada mu.
Tuhan Apakah Aku bermimpi bertemu denganx.
ya tuhan mlm ini aku sangat bahagia sekali akhirx mimpi ini jadi kenyataan.
kami pun akhirnya bertemu menghabiskan malam.
Sungguh aku tak bsa berkata apa2 lg.
aku hanya bisa mersakan bahagia bertemu denganmu.
Terimakasih Tuhan Ku panjatkan Kepada mu.
@_@.TT
Akhirnya Kita Bertemu Juga Setelah Terpisahkan Oleh Waktu.
Malam Itu Aku Terasa Takut,Galau,Gelisah Campur Aduk Jadi Satu.
Aku Tengok Di Balik jendela Hotel.
Hati qu Derdegub Kencang Ingin Segera Bertemu Dengan Mu.
Tak Sanggup Lagi Berdiri di balik jendela kamar.
akhirx ku putus kan menemui mu.
Setelah Beberapa Menit Aku Coba Keluar Dan temui kamu waktu Di depan Hotel...
ingin rasanya aku memelukmu dan mengatakan aku sangat rindu akan pada mu.
Tuhan Apakah Aku bermimpi bertemu denganx.
ya tuhan mlm ini aku sangat bahagia sekali akhirx mimpi ini jadi kenyataan.
kami pun akhirnya bertemu menghabiskan malam.
Sungguh aku tak bsa berkata apa2 lg.
aku hanya bisa mersakan bahagia bertemu denganmu.
Terimakasih Tuhan Ku panjatkan Kepada mu.
@_@.TT
Langganan:
Komentar (Atom)

