Jumat, 23 November 2012

20 Oktober 2006

Terdengar rintikan, jatuhnya hujan di malam hari Kuberharap bisa melihat pelangi tapi itu hanyalah mimpi Mengalun dan mengalir, dunia menertawakanku Kuberjalan di jalan setapak Menyusuri apa yang kutinggalkan Kuingat saat pertama kali kumelewati jalan ini Indah rasanya, tanpa pikiran pun ku bahagia Walau hujan, kupercaya pelangi kan datang Tapi pelangi takkan datang di malam hari takkan pernah, sama seperti dirimu Menunggu salju di sebuah gurun Kumembunuh diriku secara perlahan Di malam hari ku menerawang langit Jika awan enggan datang padaku Ku akan menatap bulan dan bintang Jika siang memberiku lautan Kutakut lautan itu kan menimpaku Saat langit merajut awan, ku kan menunggu hujan Dari matahari pun ku kan mencair dalam tetesnya Kuharap kilau yang terpancar kan timbulkan putih Suatu putih yang terbagi dan menyebar Darinya kan di dapatkan pelangi Jika hujan telah hadirkan pelangi Ku kan pergi dan menunggumu di ujung sana Tapi ku takkan pernah sampai kau pun takkan pernah datang tapi aku akan tetap menunggumu karena aku sangat membutuhkanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar