Rabu, 27 Maret 2013
Waktu Tidak Mengenal Jarak!!!
Kamu tidak bisa lari ketika waktu menghampiri. Kamu hanya bisa terus berjalan bersama putaran detik yang terus berdetak. Kamu tidak bisa kembali ketika waktu telah bergulir jauh. Begitu pun aku. Aku terpaku bersama waktu. Bersama bayangan. Bersama kenangan.
Ingin aku mengejarmu. Namun kamu sudah terlalu jauh. Sangat jauh. Secepat cahaya pun, aku tak akan pernah bisa lagi menggapaimu. Hingga aku mengelilingi alam semesta pun, tetap tak bisa ku sentuh lembut kulitmu. Aku tetap tidak akan bisa mengubah apa yang sudah diubah waktu.
Angin yang menerpaku halus, membuat rasa dingin hinggap menembus lapisan kain yang menyelimuti tubuhku. Aku masih termenung di bawah langit, memandangi awan yang menggumpal. Terkadang, aku melihat skestsa sliuetmu di sana. Aku gemetar ketika menangkap bayangan itu.
Aku duduki rumput - rumput di bawah kakiku. Aku tatap ruang kosong di sampingku. Aku sentuh rumput - rumput di sana dengan telapak tanganku. Aku merasa ada butiran air yang berkilau karena pantulan cahaya matahari di ujung mataku. Tapi partikel cair itu tak serta merta jatuh halus di pipiku ketika aku merasa, kau ada di sana. Duduk manis di sampingku.
Batas itu ternyata sangat tipis. Lebih tipis dari sehelai rambut dibagi tujuh. Batas antara aku, dan kamu. Antara duniaku, dan duniamu sekarang. Namun, meski setipis itu, aku tetap tidak bisa menatapmu, tidak bisa menyentuhmu. Seandainya kamu tahu, aku sangat ingin memelukmu yang kini tidak memiliki raga untuk kau singgahi.
Merasakanmu, membuat aku tahu. Waktu adalah jarak yang tidak mengenal batas. Seperti aku dan kamu, kini. Waktu telah menelan ragamu menyatu dengan tanah tanpa memberikanku kesempatan untukku berucap.
"Maafkan aku."
Semoga angin mengirimkannya tepat di telingamu. Semoga kali ini, waktu tidak menelannya dan membawanya pergi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar