Jumat, 16 Desember 2011

Maafff Kann Akuuu....

Siang itu, kudengar kabarmu dari seberang sana melalui seluler kecilku.
Begitu paraunya suaramu, apa yang terjadi denganmu ? desisku

Hmm, sejenak nafas ini tercekat,
merasakan sesak yang menggelegar dalam jiwamu

Tak banyak kata yang dapat kusampaikan,...
karena kutau benar,
saat - saat seperti ini kau inginkan sendiri.

Dan untuk kesekian kali aku sampaikan maaf, ....
bukan maksudku masuk terlalu jauh dalam kehidupanmu,
kuulurkan jemari ini, sebagai sahabat mu,
tu' menjadi pendengar baikmu, juga mengingatkanmu saat kau seperti ini

Harapan dan doaku,
Semoga engkau faham atas apa maksudku,
dan semoga Allah memberikanmu keikhlasan untuk bisa menerimanya dan kekuatan untuk bisa melewatinya serta memberikan jalan terbaik buatmu.

Dan semoga suatu saat kau temukan jejak yang kutinggalkan ini.

Tanpa Muuuuuu

Lekang perjalananku tanpamu,...

Beberapa musim kulalui, tetapi masih saja menyisakan “ rasa yang mengharu biru dalam kalbuku ”

Kuingat saat kau sampaikan padaku :
Aku harus pergi, lupakan aku !!!
aku terpaku dalam diam, menatap kepergianmu.

Diri mu,
seperti sebuah kisah yang tak berjeda,dalam sudut hati yang tak mampu ku eja.

Hmm,
Telah kucoba untuk tak mengingatmu,
tapi terkadang,
semua hadir menyapa tanpa mampu kutepis.

Dirimu yang begitu lembut, penuh kasih
yang selalu ada dalam setiap waktuku,
yang dengan setia menemaniku,
memberikan bahu kala kurapuh,
membuatku tertawa dengan lepasnya,
yang terkadang juga membuatku menangis terisak.

Dan hingga detik ini,
semua cerita tentangmu masih terbingkai indah dan tersimpan begitu rapi dalam kedalaman birunya hati.


Bersama semilir angin siang ini, kutitipkan sepenggal pesan ini buatmu :

Sayang,
Aku tak kan memintamu untuk kembali,
tapi jangan kau bersikap sedingin itu, dan jangan kau memintaku untuk melupakanmu,

Dan kelak, bila ku tak lagi ada
Ingat lah aku dalam hati dan doa mu.

Tak Mengenal Diri Ini...

Kuluangkan sejenak untuk menghabiskan waktu pada senjaku kali ini,dengan mendengarkan alunan beberapa music kesukaanku.

Membiarkan jemari menelusur keyboard, melepas serentetan rasa yang kian meyesak dalam dada.
Pagi tadi, awal kumulai aktifitas hari ini, ada segumpal keenggan untuk beranjak pergi.

Entahlah,
ada sesuatu yang tak mampu kutahan, begitu sesak hingga membuatku limbung, bahkan hingga detik ini.

Ya Tuhan, bisikku…
Apa yang sebenarnya terjadi denganku ???
Kenapa aku kian tak mengenal diriku sendiri

Ya Rabb Sang Pemilik Jiwa,

Kumohon,
temani aku di sini, pada ruang yang tak lagi mampu kuraba.
Pegang jemariku lebih erat ya Rabb,
agar aku tak lagi jatuh

Kumohon,
Tundukkan hati, jiwa dan fikirku sebagaiman kau menundukkan siang dan malam
Bukalah nuraniku, untuk bisa menerima dengan ikhlas dan melihat apapun yang Kau beri, sebagai bentuk kasih sayang dan karunia MU.
Dan ajarkan aku untuk selalu bersyukur atas apapun itu.

Ya Rabb,
Bimbing aku untuk kembali pulang, menghapus peluh pada damai Mu

Mengikutii Alurrrr........

Entah kemana kaki ini kan berhenti berpijak,
kucoba berjalan mengikuti alur Nya, dan kubawa mau ku seperti mau mu.

Benar apa yang kalian sampaikan :
Aku seperti kapal tanpa nahkota,
berlayar tanpa arah dan tujuan,
terombang ambing dalam hembusan angin dan riak gelombang laut,
dan tak pernah siap terhempas .

Ku coba mengikuti kepakan mu, terbang dengan bebasnya,
berkelana dengan arah dan tujuan yang pasti,

Tapi, aku tak sesempurna mu….
Dan kini, sayapku mulai patah, aku tak sekuat yang dulu.
Dalam tundukku , aku hanya bisa berkata lirih “ aku letih.”
Tapi aku, akan tetap berusaha berjalan, mengikuti Alur Mu.

?????????????

Kemarin adalah peradaban dalam suatu masa,
dimana setiap jiwa membuat cerita untuk masa depannya.
Kemarin adalah cermin dari sebuah perjalanan,
bekal untuk meniti hari esok.
Dan kemarin, adalah kenangan yang tak akan pernah kembali....

Dan hari ini adalah kenyataan, waktu dimana setiap diri mengejar mimpi nya.
Waktu yang penuh dengan rencana juga upaya.
Hari ini, adalah cerminan atas pelajaran kemarin.

Tapi terkadang,.....
tanpa kita sadar, kita membiarkan hari ini berlalu seperi angin....
Sedetik kemudian menjadi kenangan
Ya…. Kenangan tentang hari ini.

Dan esok, adalah misteri…..
sebuah harapan juga sebuah jawaban atas tanya dari tiap hati.
Esok, kita tak pernah tau….
Apakah masih bisa seperti kemarin,
hari ini….
atau kah kita tak akan pernah melewati.

Kemarin, hari ini dan esok…..
semua adalah proses,
sebuah perjalanan juga pembelajaran,
yang akan terus bergulir sampai pada masanya,
yang diri ini tak pernah tau.

Kemarin, hari ini atau esok,....
Semua adalah anugerah, yang hanya atas izin Nya kita mampu melihat dan melewatinya.

Takuuttttt.....

terkadang aku begitu takut,
takut bila 'mereka yg kusayang' pergi

tak jarang aku berfikir,
adakah sesuatu yg tlah kuberi buat mereka, ataukah justru hanya luka dan kekecewaan yg kutoreh pada mereka..

Terkadang,
aku pun takut, bila di sisa waktu ini tak sempat ku menebus salahku jg sampaikan maaf mereka yg terluka oleh ku.

Terkadang, aku pun takut..
Takut bila wkt ku tiba, dan aku tak memiliki satu bekalpun...

Tuhan, berapapun wkt yang kan Kau beri, kumohon ridho Mu Ya Rabb

Bayanggg Nya.....

Semua samar, tak terlihat jelas olehku
dari balik tirai ini, kuterawang kaki langit mu
menghantarkan ku pada ceritamu setahun yang lalu,
Desember kelabu ,
masih saja mencekat hati dan fikirmu

Hati mu masih membiru,
menyisakan pedih pada nanar matamu

Dan aku hanya terdiam,
terpaku menatap mu ,
pada sudut ruang bisu…..
seperti maumu….

Huuuhhh Catatannn Kuuu...

Catatan kecil ini masih tersimpan begitu rapi,….
dalam catatan kecil inilah semua kutuang,
tentang hari - hariku beberapa tahun terkahir .

Hmmm,
Lembar per lembar kini kubuka kembali ,
sebelum akhirnya kuputuskan untuk menutup diary ini.

Semua masih melekat dalam ingatanku,
Kebersamaan ku bersama kalian, orang orang yang kusayang,
Wajah yang selalu kurindu,
yang tiap wajahnya punya tempat tempat tersendiri dalam hatiku,
yang namanya sering kusebut dalam sujud,
Kalian lah bagian dari hidupku.

Hari demi hari hari yang kulalui,
Hiruk pikuk tawa, tangis, bahagia, sedih, kecewa, sesal, sendiri, kebersamaan
datang silih berganti menjadi warna dalam perjalananku bersama kalian.

Membuka lembaran ini,
Ingin rasanya aku bisa kembali merengkuh masa itu,
Saat kalian ada bersama ku,
Saat engkau ada di sampingku,
Saat kita bisa berbagi seperti dulu,
melewati semua bersama,
saling mengisi,
mengingatkan,
mendengar satu sama lain.
juga saat engkau merengkuhku begitu lembut.

Dan saat seperti ini,
Jujur…..
Ingin ku ada kalian di sini,
menemaniku lewati semua
tapi aku sadar,
waktu tak lagi berpihak pada kebersamaan,
dan aku tak berhak atas kalian

Dalam redup langit siang ini,
makin kusadari, begitu besar sayangku pada kalian,
begitu beartinya keberadaan kalian untukku.

Dan buatmu :
Sosok yang begitu setia menemaniku,
tak banyak yang bisa kuungkap tentang mu,
selain sebait kata :
Aku sangat menyanyangimu,
Engkau adalah anugerah terindah yang pernah kuterima dalam ranah perjalanan ini.

Buat kalian bagian hidupku,
begitu banyak sayang, cinta juga doa ini buat kalian.

Ya Robb,
Kutitipkan semua warna dan bingkai hati ini pada Mu.

Haahhhh..........

Kini, tak ada lagi senandung rindu, tidak juga dengan tawaku.
Semua hilang, seiring kepergian mu...
Tak ada lagi kehangatan, smua begitu beku, dingin seperti mu.

Besarnya sayangku padamu, menyadarkanku :
teryata setengah jiwakupun telah terbang bersama mu


CAMPUURRRR ADUKKKK PERASAAANNN

Sejenak kubiarkan anganku terbang,
bebas bersama angin malam,
hanya untuk menyapa dan melihat mu.
Seperti apa engkau sekarang ??

Entah,
Apa karena rasa sayangku,
kerinduanku
atau karena jawaban yang aku sendiri tak pernah tau,
Entahlah,

Semakin aku menepis, rasanya keyakinan itu semakin kuat.

Harapanku,
semoga ini salah,
semoga ini hanyalah khawatirku terhadap mu,
karena sayangku padamu.

Semangattttttttt......

Tak kulihat ceria dari kemarin,
hanya keengganan dan geliat kegelisaan yang menemani benggongku.
Kemana pergimu semangat ??

Moment spt ini ni, yang paling kubenci, ngehuleng ngak jelas, Stagnan.
Kerjaan jadi ngak aturan, fikiran kacau, perasaan nano nano, badan makin ngak jelas,
aaarrggggh.

Semangat, semangat… ayooo kembali lah,
Please,…
temani aku, untuk bisa berjalan dengan senyum mu.
dampingi aku untuk bisa merenda waktu yang kan segera berlalu.

Semangat segeralah kembali.

Ayooo S E M A N G A T !!!!

Waktu Denting..

Dalam dentingan waktu,
satu persatu semua terlahir, tumbuh, berkembang dan kembali ke asal.

Berjalan bersamaan waktu, semua cerita itu terukir,
bergulir bersamaan waktu, kita tinggalkan semua,
Dan dalam buliran waktu, satu pergerakannya mampu merubah semua,
menyisakan sebuah kenangan,
menghadirkan sebuah senyum,
meninggalkan sebuah harapan,
memberikan pembelajaran,
atau mungkin menyisakan sebuah sesal

Itulah waktu, setiap pergerakannya begitu berharga,
Hingga dalam hitungan detik pun, setiap yang ada akan diperhitungkan oleh Sang Empunya

Sudah Saat Nya Tanpa Mu Disini...

Hmmmm,
Begitu dalam kutarik nafas,
coba untuk melepas dan menghempas semua.
Entah apa karena ketakutanku,
rinduku akan damaimu atau
karena besarnya sayangku padamu.
Warna mu begitu kuat menapaki relung dalam jiwaku,
hingga begitu sulit kumenghempasnya

Hmm,
Ingin rasanya kau tetap ada di sini,
menemaniku hingga kutemukan pelabuhan terakhirku.

Jujur,
kuakui, warna mu begitu indah,
menapaki begitu dalam hingga kalbuku
dan bagiku kau adalah satu dari sekian karunia
yang pernah kuterima dalam ranah perjalanan ini.

Berjalan bersamaan waktu,
aku pun mulai melihat keletihanmu.

Dan sempat sesaat aku terperangah,
ketika kudengar seluncur kalimat itu,
hingga membuatku berfikir dan terus berfikir
menyesalkan dirimu dengan semua yang telah kau beri ?
Sudah cukup kah semuanya ?
atau karena sayangmu, hingga kau sekhawatir itu padaku ??

Hmmmm,
Sesaat aku terdiam, menatap lepasnya cakrawala
mencoba cari jawaban..

Dan semakin aku melihat,
dirimu yang seperti ini, diam,
diantara marah, kecewa,sayang juga khawatirmu
menyadarkanku bahwa pijakan itu begitu dalam,
dan setengah dari jiwaku telah melayang,
pergi bersamamu.

Diantara batas ruang dan waktu yang kian sempit ini,
juga sesak yang menyeruak,
lirih kubisikkan bersama angin senja,
banyak sayang, juga doa ini buatmu dan maaf atas semua.

Mungkin,....
memang sudah saatnya,
Aku berjalan tanpamu,
dan kan kubawa pergi semua rasaku,
jg warna ini bersama angin senja.
semoga dengan begitu kan membuat mu lebih lega,
lebih damai seperti ketika kita berjalan menyisir pantai itu.

Terpikir...

Saat saat seperti ini, aku hanya mampu menatapmu dari jauh.

Entahlah, kenapa begitu sulit buatku untuk tak mempedulikanmu,
Mungkin benar " aku terlalu menyanyangimu "
Terlebih, ketika kulihat dirimu begitu gontai.

Hmmm,
Tak ada yang bisa kulakukan, selain hanya menatap mu.
Aku pun tak akan bertanya, cukup !! Sorot matamu telah sampaikan semua.

Terkadang aku berfikir :
Masih ingatkah kau, ketika dirimu menemaniku menyisir pantai di kala senja itu ??
Masih ingatkah, dirimu ketika kuminta kau berjanji beberapa hal di sana ?
Tapi kenapa, kini dirimu begitu gontai ?

Dimana sosok mu yang dulu ku kenal ?

Jumat, 09 Desember 2011

Hmmm....



Kau berikan ku waktu
Untuk bersamamu meniti hari
Tak puas bagiku dan kau pun berlalu
Tinggalkan ku sendiri
Kelam seluruh jiwaku
Ku ingin benar bersama denganmu
Dan kau pun menjauh
Tiba-tiba kini kau telah berubah
Apakah salahku . . .?

Kau yang ku kenali
Dan kini menjadi insan yang lain
Dulu kau berjanji
Kan hidup semati meniti hari
Semua telah berakhir
Ku ingin benar bersama denganmu
Dan kau pun menjauh Tiba-tiba kini kau telah berubah
Apakah salahku?

Aku



aku sendiri..
menanti dengan penuh pasti..
akan hadirnya dalam diri ini..
menunggu untuk mengetahui..
isi hati yang kau selindungi..

aku sendiri..
memegang janji..
memegang janji yang telah terpatri..
memegang janji yang aku akan tuntuti..
memegang janji untuk kita bersemi..

aku sendiri..
mengharap yang tak pasti..
merayu dengan penuh simpati..
meminta yang tak kau ketahui..
menanti dirimu disini..

aku sendiri..
tanpamu disisi..
menjalani hidup ini..
mendengar cacian manusia alam ini..
melihat perlakuan yang mengguris hati..
menerima segala yang tidak menyenangkan hati..
melakukan segala permintaan tanpa rungutan hati..

aku sendiri..
tanpamu disisi..
aku menginginkan mu disisi..
untukku kuat menjalani hidup ini..

aku mencintaimu untuk sekian kali..
aku mengharapkanmu, hadir dalam diri ini..
agar terang hati ini..
agar bahagia hidup ini..

GoodBy



Kututup hatiku untuk namamu
Walau tangismu untukku
Biarku sendiri tanpamu lagi
Walaupun sepi kurasakan tanpa kau disini

Kuingin kau jauh dari mataku
Agar tiada rasa benci
Kau pergi dariku tak usah kembali
Mungkin aku telah berdua untuk selamanya

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Dengarlah dengarlah kau yang disana
Ku kan melupakan tentangmu
Lihatlah lihatlah aku disini
Kini aku telah berdua untuk selamanya

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Selamat tinggal masa lalu aku kan melangkah
Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu

Kala Pergi

Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang meski kamu tahu ia tak lagi sendiri dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas tapi kamu tetap mencintainya…
Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi…
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah…
Aku pernah…
Aku pernah tersenyum meski terluka karena ku yakin Tuhan akan menjadikannya untukku…
Aku pernah menangis kala bahagia karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja…
Aku pernah bersedih kala bersamanya karena ku takut aku ‘kan kehilangan dia suatu saat nanti dan…
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya karena sekali lagi cinta tak harus memiliki dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku…
Aku tetap bisa mencintainya meski ia tak dapat ku rengkuh dalam pelukanku karena memang cinta ada dalam jiwa dan bukan dalam raga…
Semua orang pasti pernah merasakan cinta baik dari orang tua, sahabat, kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya…
Buat temanku yang sedang jatuh cinta, selamat yah… karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia…
Buat temanku yang sedang terluka karena cinta… Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya, bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu…
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta… buka hatimu, jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia, maka cinta akan membuat hidupmu bahagia…
Buat temanku yang mendambakan cinta… bersabarlah, karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab… Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu…
Buat temanku yang mempermainkan cinta… Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan. Cinta bukan suatu kehampaan. Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya…