Apakabar dirimu disana?
Masihkah kau selalu beristiqomah dalam jalan mu,
masihkah kau selalu bersemangat dalam Hari mu?
Bagaimana kedaan hati mu?
Masihkah kau menjaga hatimu hanya untuk diriku seorang?
Aku merindukanmu seperti bulan merindukan pungguk, aku merindukan mu seperti bintang yang merindukan malam.
Kemarin banyak ku dengar cerita cinta yang mengecewakan, Aku beruntung kau orang yang terbaik yang Allah persiapkan untuk ku hingga aku tak akan pernah merasakan itu...kau tau?
Akhir-akhir ini hatiku mulai gundah entahlah perasaan yang tak tahu harus ku apakan. Kau tahu sebabnya??
segeralah beritahu aku agar diriku tak perlu terlalu lama merasakan kegundahan itu.
kau harus selalu memarahi aku saat aku mulai lalai dan melanggar laranganNya, kau juga harus sabar mengajarkanku apa pun yang baik2 dengan benar.
Ah… begitu banyak tugas yang harus kau lakukan nanti……
Bulan depan usiaku sudah mulai bertambah lagi, ehmmm,....
begitu banyak cita-cita yang sudah tertanam di kepala ku ini,
aku ingin membangun istana kecil yang di dalamnya dengan kurcaci-kurcaci yang mungil, setiap hari membuat makanan kesukaanmu, dan….aku ingin belajar banyak tentang dirimu, tentang sesuatu yang kau benci dan sesuatu yang membuat dirimu merasa senang.
Ya…. aku tahu kau sedang disana. Menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang kita nanti, menyiapkan ide-idemu saat gelombang besar datang di kapal kita, dan menjadi nahkoda yang baik saat kapal mulai kehilangan arah.
Dan aku sedang menanti kabar yang Allah janjikan untukku. Bantu Aku menemukanmu di dalam Doa dan istikharahku……