Jumat, 30 Maret 2012
JAlannn.....
Jalanku…,
ku tahu takkan mudah untuk dilalui
sempit-berliku, berlubang, dan penuh bahaya
Mungkinkah garis hidupku akan selalu seperti ini?
Sudah berapa kalikah nyawaku diperhadapkan dengan maut?
Atau tak layakkah aku masih berada di dunia ini?
Ku terhening meratapi kenangan hidup….
Tak juga Kau lekas ambil aku ke dalam dunia kekal-Mu
Sejenak kutengadahkan pandanganku pada langit malam,
membayangkan sedang merajut apa tangan-Mu di atas sana?
Ego dan amarah terkadang mengalahkan aku…,
menginjak-injak hati nuraniku dengan telak,
menampar imanku siang dan malam,
tanpa pernah berpikir tentang arti sebuah misteri
Namun itulah yang kujalani dalam ribuan hari-hariku
Dan itulah yang Dia rajut di atas sana….
Demi kasih dari Sang Penguasa Semesta
Sengsara hidup bagai kaki dan lengan yang patah,
seperti Paulus yang tertusuk duri dalam dagingnya,
namun topangan maha kuat tetap membuatnya berdiri
laksana karang terhempas gelora yang hebat
Pada akhirnya ku mengerti…,
semua ini bukanlah tanpa arti dan makna
Dalam awan kelam masih terdapat seberkas cahaya mentari
Dalam jalan derita masih terdapat sukacita yang abadi,
dan aku…, sedang melangkah ke sana….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar