Selasa, 26 Maret 2013

Yang Utuh

Mengingatmu adalah kesunyian yang utuh... Pernahkah kalian didekap sunyi abadi dalam peluk berkepanjangan?? terlewat jarak sejauh waktu yang jatuh melepas sejuta kenangan serapuh gaduh ranting pun gemertak patah ketika mengingatmu mengguncang separuh jiwa yang kosong karena ngilu ketika jejak langkah menyatukan separuh jiwa itu lalu membumikan yang tak pernah dimengerti bersamamu “maka perpisahan yang tercampur dalam irama kata-kata semakin jauh kita lepaskan dari tubuh kesendirian” dan detik-detik jam mengeluh lelah setiap berputar melawan arah melepas penat karena payah menyatukan jarak yang tak pernah sudah maka pergilah segala sumpah segala seranah lihatlah, malam ini angin malas berhembus udara yang turun begitu dingin menembus rusuk merasuk lewat sebaris kata yang pernah kita susun bersama saat malam gelap gulita (kau dan aku membangun cinta lewat suara maya dari makna dari gemuruh dalam dada dan resah setiap senja yang pernah kita pandang bersama) di teras belakang kerik jangkrik terdengar sirik memanggil bintang memanggil rembulan yang terusik mungkin bisa disatukan dalam sebuah ikatan tempat berlabuhnya sebatang malam setengah diam dan berbaris menatap semua kerinduan yang demam karena dendam paling dalam pada kesunyian setiap hari, bahkan waktu yang terlewati kau titipkan sebuah keterpurukan rasa sayang ini yang pernah memberi warna-warni pada awan siluet senja dan dawai mimpi yang tercipta lewat sebatang ingatan sepi (mungkin hanya cukup sebuah ketaksengajaan, tapi memang harus diakui semua yang terjadi hanya mampir untuk sekedar memberi salam lalu pulang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar