Selasa, 15 Mei 2012
Berjanji..
Sunyi adalah ketiadaan hariku tanpamu setelah kamu tiba-tiba beranjak pergi. Tanpa kabar dan tanpa kata. Tanpa kecupan di dahiku, tanpa pelukan, tanpa lambaian tangan, tanpa ucapan perpisahan. Bukankah seharusnya semua masih bisa kita bicarakan? Bukankah semua masih bisa kita perbaiki? Atau memang sudah tak ada niatan darimu untuk kembali menjadi kita yang dahulu?
Lalu perlahan aku menyadari bahwa sunyi bukanlah ketika kamu pergi. Tapi ketika aku tak bisa menerima kepergianmu. Kepergianmu adalah hal yang sama dengan kepergian orang-orang lain dari kehidupanku. Aku memang akan menangis sesaat, lalu setelah itu aku akan baik-baik saja. Maka nanti, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa kesunyian itu tak akan berlangsung lama.
Menyesalll Kan....
Kembali ke kamu itu rasanya seperti pulang ke rumah. Nyaman dan hangat. Kamu itu tempatku kembali ketika aku merasa dunia terlalu jahat padaku. Kamulah tempatku kembali ketika sama sekali tak ada tempat lain di dunia ini untukku. Tapi aku tahu suatu kenyataan bahwa aku sekarang punya tempat tinggal yang lain; bukan di rumah(mu).
Terkadang aku menyesal kenapa rumah itu tidak bisa aku tinggali. Hanya karena akan ada dua Tuhan disanakah?
Di BAndara Kala Itu...
Aku ingat kapan terakhir kali kita berjumpa. Di saat kita berada di bandara. Iya, bandara. Tempat banyak orang kembali bertemu dan.. berpisah. Ada yang beruntung dapat bertemu kembali. Dan tak sedikit yang tak punya kesempatan itu (bertemu). Maka bandara adalah tempat yang hangat; setidaknya menurutku. Di sana ada pelukan, ada air mata kadang, ada senyum. Semua tanda-tanda saling mengasihi rasanya bisa ditemukan di tempat itu. Sekali lagi, ini hanya opini.
Melepas kepergian seseorang itu bukan hal mudah. Apalagi orang yang berarti di kehidupan kita. Tapi memang perpisahan itu mutlak karena dia berhubungan dengan waktu. Waktu yang telah cukup untuk kita bersama orang itu. Dan dari sekian banyak relativitas yang ada di muka bumi, waktu adalah yang paling pasti. Maka siapa yang bisa melawan waktu?
Untuk siapapun yang sedang bersama dengan orang yang kalian sayang, manfaatkan waktu kalian! Dan untuk siapapun yang akan, sedang dan baru saja mengalami perpisahan,
be tough! There's a good reason for everything, kata banyak orang bijak sih.. :)
Langganan:
Komentar (Atom)