Selasa, 08 Mei 2012

Waktu..!!!

Waktu itu terus berjalan.... waktu itu semakin sempit.... Belenggu itu masih mengikat erat tubuh ini Melangkah dengan tertatih mengapai jiwa yang hampa akan masa yang ternoda akan hasrat Jiwa yang selalu terpangang oleh kehampaan yang terdalam Bergetar hati bergetar jiwa mereganglah sukma Terhunus sang pedang menusuk raga..... Jiwaku ternoda... waktu yang ada telah terbuang percuma Masih sempatkah aku membasuh Masih sempatkah aku mengapai.... Kais mimpi tuk melebur semua yang telah terjadi waktu itu terus berjalan tak peduli akan segala yang terjadi Semakin sempitku menjalani hidup ini Entah esok atau lusa aku akan di panggil tuk menghadapNya Sesak semakin sesak kujalani dengan segala yang ada Kuharap kudapat mendapatkan cahaya abadi sebelum ku meninggalkan dunia ini Waktu maafkan aku telah menyiayiakan dirimu diwaktu lalu Kini hanya ada harap masih ada waktu tukku memperbaiki diri

WAKTU TAK AKAN TERGANTI

Waktu itu telah terbuang percuma..... Tergeletak tak bermakna... Waktu itu tlah berlalu bersama perjalanan hidup Waktu itu takan mungkin kembali Waktu itu tlah mengilasku Menengelamkanku Menghancurkan keadaan jiwaku Tapi kuharap semua berlalu Tiada guna menangisi yang telah lalu Kini harus kujalani kehidupan baru Menata kembali waktu yang tlah kubuang dengan percuma Biarlah semua menjadi kisah manis bersama bergulirnya nadir jiwa Waktu kedepan adalah perubahan Perubahan serta penataan yang tlah hancur tak beraturan Mencoba tak membuang percuma waktu Tuk kehidupan jiwa yang baru walau kadang masih ada sembilu menyelimuti Kucoba memaksimalkan waktu, agar kehidupan baru lebih baik dari kehidupan lalu

Letih :)

Letihku disini letihku menahan semua yang ada dalam hati Gejolak rindu yang terpendam kumainkan lara jiwa ini Kupersembahkan kelam pada hati ini Tabir mimpi hanyalah tabir mimpi Kelamnya akan selalu membayangi Letihku disini adalah letihku sendiri Tak ada yang merengkuh diri tak ada yang menemani jiwa renta ini Disini ku terdiam, termanggu menahan dan terus menahan semua yang bergejolak ini Kais-kais itu telah menjadi pilu dalam diri Semua mimpi - mimpi terhadap hati yang kucoba kuingkari Terus, terus terus..... kupungkiri semua yang menjelma dalam hati Letihku merandang dalam Lara.... Hanya Illahi Rabbi yang tak pernah pergi dari sisi Setia menemani apa yang sedang terjadi Memelukku dengan segala kedamaian, menenggelamkanku dalam damai Cintaku telah mati hanya tersisa sebuah janji dari makna tuk mengapai hari kelam kehidupan nanti tuk menanti sebuah cinta yang tak pernah akan kembali Takdirku terusku geluti sampai nanti ku menemukan jawaban yang pasti Tentang diri, tentang cinta, tentang hati yang selama ini aku geluti Sujud dan bersujud Bersimpuh dihadapan Sang Illahi rabbi.... Mencoba mencari kais hidup ini atas dunia yang tak pernah memberi kepastian Hanya padaMu aku berserah atas jiwa yang goyah dan Renta Hanya padaMu aku pasrahkan Sepenggal hati dan nyawa ini Yang telah digariskan OlehMu harus kulalui walau kadang Hati ini masih tak terperi Disudut malam ini diantara berbagai hiruk pikuk kehidupan yang Fana Diatara nafsu yang mengema Ku bersujud Agar kau beri apa yang terbaik untuk diri dan kehidupan yang sedang aku jalani Maafkan segala kesalahan diri Maafkan bila aku tak bisa menepis segala yang terasa ini Sudut bibir ini hanya bisa melafadzkan Doa "semoga kau bahagia" Ya Allah ya Rabbi dekaplah Tubuh renta ini selalu dalam dekapan Indah kasihMu yang Murni

Hampa..

Terkulai dalam kebisuan yang membelit jiwa.. Hampa hati , tiada sukma berkelana.. Terdiam menguras air mata yang mengalir bak sungai kecil.. Beriak pilu menyayat kalbu.. Bersedu sedan menusuk sembilu.. Tak dapat mengubur masa lalu yang kian membelenggu.. Terjebak dalam dimensi ruang dan waktu.. Terserat jauh dan tersesat di lembah tak bertuan.. Hanya pasrah mengurai kata , dalam bayangan malam yang kelam.. Tersendat menggapai asa yang tersisa.. Terseok meniti langkah yang tak sempurna.. Terjerembab ke dalam jurang tak bertepi.. Sendiri mengarungi hidup , dalam sunyi sepi.. Hanya keheningan yang setia menemani.. Bersama dawai alam yang bernyanyi di balik kabut hitam.. Mengintip dan mengintai , siap[ menyelubungi jiwa yang terpasung.. Dalam duka nestapa yang tak pernah berkesesudahan , berkepanjangan.. Tanpa temukan jalan untuk dapat kembali pulang.. Tersesat.......terkurung...........dan..........terpenjara....... Terkungkung dalam rona kesedihan.. Entah di mana cahaya kehidupan itu berada...?? Aku hanya ingin pulang... Tuhan.......tunjuk kan lah aku jalan untuk kembali pulang.. Aku lelah.......aku pasrah.....dan aku hanya dapat berdoa...