Adalah bibit yg kusemai di ladang kaki dan imajiku
Rekat kugenggam smpai esok menjelang
Hembusan waktu..
Seperti orang tua,penuh kasih menuntunku..
Kubang dijalanan hiruk menghampiri.
Sebentar...aku ingin perlahan menipumu,tp tak mampu.
Siang malam adalah pentas sandiwara
Sedang diri..
Tak ubah Menanti kapan aku akan memainkan lakon cerita ini.
Harapan....adlah kakiku,mataku jg uratku yg menjadi kekar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar