Rabu, 24 April 2013

Di Siniii

Aku memujamu dalam hening malam Tak bersuara, tak beranjak Kulipat kaki dan memeluknya Aku tetap di sini Aku murung larut malam ini Esok tak lagi kudapati dirimu Sepi akan memeluk ragaku Hampa menari di hadapan jiwaku Sesak mendekap dada Aku tetap di sini Tak lagi ingin aku bersua dengan penghiburanmu : “hadapi esok..” Kau tahu sendiri kerapuhanku Rapuh yang terlambat kusadari Dan hanya berujung pada air mata yang menitik Aku tetap di sini Kunang kunang terbang tak tentu arah Cahayanya akan tiupkan harapan Isyarat malam akan berganti pagi Di alang-alang pun, cahaya adalah tetap cahaya Aku tetap di sini Hatiku hendak berfatwa Dalam ragu, dalam yakin.. Ia menggenggam namamu dalam denting dawai samar lamat lamat Mata terpejam tak kuasa menolak Aku tetap di sini Aku menyimpan kerinduan untukmu Aku melipat masa lalu Aku meyakinimu Aku tetap di sini Berharap datangnya satu hari Entah akan datang ataukah berlalu dalam angan ganjil Nyatanya awan, angin, matahari, bintangku terlanjur berarak padamu Untuk kali ini ..,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar