Rabu, 27 Maret 2013
Kamu....
Kamu berdiri di sudut sana dengan segelas air putih favoritmu. Aku tidak mengerti bagaimana kamu bisa sangat cinta pada air yang tidak berasa itu, air yang bahkan tidak memiliki warna. Air yang biasa - biasa aja. Seperti yang orang minum setiap hari. Tapi kamu bilang, partikel - partikel yang mengisi gelasmu itu sangat istimewa.
Aku hanya mengernyitkan dahi ketika kamu bercerita tentang segelas air putih di tanganmu itu. Kamu bilang, air putih itu sehat. Kamu bilang, air putih itu enak. Dan, setiap merk botol air mineral yang kamu minum memiliki rasa. Dan kamu sangat suka salah satu dari mereka, kamu bilang itu yang paling enak. Tapi buatku, air putih itu biasa saja, rasanya sama saja.
Kamu meneguknya perlahan - lahan, merasakan setiap partikel air yang menyentuh dinding kerongkonganmu. Ekspresi itu, aku bosan melihatnya. Apa kamu tidak bisa minum dengan wajar - wajar saja? Kamu menghayati setiap bulir air yang masuk ke tubuhmu. Pejaman matamu seolah merasakan kumpulan zat cair itu sedang memeluk erat tubuhmu. Dan, satu lagi yang aku benci dari itu, kamu terkadang lupa sedang berpijak di bumi yang sama denganku saat kamu meneguknya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar