Jumat, 11 Februari 2011
Cinta Ku Berbeda Di Agama
Jatuh cinta pada seseorang yang beda agama ? Oooh saya tau rasanya krn saya sendiri pernah menyukai seseorang yang ber beda agama. Apalagi ini kisah cinta pertama, woow klo di pikir pikir ini jauh lebih susah dari pada kalau kita sudah berkali kali jatuh cinta kepada orang lain. Konon cinta pertama itu adalah kisah cinta sejati ... hohoho, jgn percaya, itu hanyalah katanya si konon. Ide saya buat halaman ini karena ternyata banyak dari kita mengalami dilema jatuh cinta kepada orang yang beda agama. Sudah sama sama suka, cocok, tapi agama gak bolehin gimana nih? Ya, itu juga saya alami ... dan bila anda mengalami saat ini, berarti anda sedang mengalami fase bingung kasmaran ... pikiran bingung tapi lagi kasmaran ... hohohMemang bila kita sedang kasmaran, nyang namanya perasaan itu memegang kendali nyaris seratus persen dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Jadi, percuma deh saya bilang apapun juga disini, karena toh perasaan kitalah yg akan jadi pedoman dalam mengambil keputusan. Yang saya utarakan disini adalah pengalaman saya sendiri yang ternyata kisah cinta pertama beda agama itu memberikan warna keindahan dari masa lalu dan masih membawa keindahan hingga sekarang.Cerita sesungguhnya sih panjang, tapi bisa di analogikan dengan suatu cerita sederhana dimana ceritanya saya tengah berjalan jalan di padang rumput yang luas dan indah di kelilingi bukit bukit tinggi yang jauh dari peradaban. Seakan akan tempat itu belum pernah ada manusia menyentuhnya, benar benar alami dan begitu menakjubkan indahya. Tiba tiba ada sekuntum bunga yang begitu harum, indah, segar menawan. Semakin saya mendekat, semakin indah saja rupa dari bunga itu, saking indahnya, rasanya ingin ku petik dan kubawa pulang. Tapi aku ingat bahwa seandainya ku bawa pulang, ada kemungkinan dia akan layu dan lama kelamaan akan mati jika sesampai di rumah, karena jarak rumah dengan tempat bunga itu berada sangat jauh sekali.Akhirnya ku putuskan untuk membiarkan bunga itu tetap berada dalam tempatnya, dan sebelum pulang, ku perhatikan sekali lagi dengan seksama keindahan bunga itu agar aku bisa mengingat secara jelas di pikiranku. Kupandang cukup lama dan sempat berkali kali tergoda untuk memetiknya, tapi aku mengingatkan ke diri sendiri "ah, saya tidak mau bunga itu layu dan mati".Saat aku pulang ke rumah, ku ingat ingat sekali lagi, betapa indahnya bunga itu, pesonanya, warnanya, keharumannya, dan bahkan sepertinya aku bisa melihat bahwa ia bahagia hidup bebas di alam terbuka yang sepertinya justru memberikannya kekuatan agar terus hidup dan berkembang sepanjang masa.itulah kisah cinta sejati beda agama saya yg terjadi, sulit melupakan perasaan saat pulang kerumah? ya, tapi perjuangan saya untuk pulang sangat berharga. Pulang kerumah sembari mengagumi penciptaan Allah terhadap indahnya bunga itulah yang membuat saya akhirnya masih bisa merasakan kenangan yang indah dan membuat diri saya jauh lebih kuat lagi disaat sekarang. Dan saya yakin, bila memang ke surga, kita akan pasti bertemu disana krn janji Allah itu pasti, kesenangan yang bahkan melebihi kesenangan di dunia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar